Ponsel Layar Lipat Diprediksi Ancam Gadget Ini

Ponsel Layar Lipat Diprediksi Ancam Gadget Ini

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 25 Feb 2019 20:20 WIB
Mate X, ponsel layar lipat buatan Huawei. Foto: Pocket Lint
Jakarta - IDC Indonesia melihat tren foldable atau ponsel layar lipat masih tahap awal. Kendati begitu, ponsel tersebut diprediksi akan menggeser perangkat tablet di masa mendatang.

Tren ponsel layar lipat telah dimulai. Dipelopori oleh Royole yang berbasis di Shenzen, China, kini perangkat futuristik tersebut diikuti oleh Samsung dengan Galaxy Fold dan Huawei lewat Mate X.

Rizky Febrian dari IDC Indonesia mengatakan tren ponsel layar lipat masih terbilang tahap awal, di mana teknologinya pun cukup mahal sehingga dalam waktu masih terbatas pada segmen ponsel premium.




Terkait dampaknya, IDC Indonesia melihat ke depannya produk tablet akan kena imbas yang signifikan dengan kehadiran dari ponsel layar lipat di pasaran ini.

"Mengenai impact, kita melihat kedepannya produk tablet akan terkena dampak yang signifikan, dan akan memperparah trend declining dari pasar tablet itu sendiri," kata Rizky, Senin (25/2/2019).

Penyebabnya, Rizky menjelaskan bahwa ponsel foldable bisa mengakomodasi kebutuhan akan layar yang lebar untuk konsumsi media seperti streaming dan juga mobile games.



"Namun tetap dapat mempertahankan bentuknya yang compact," ujarnya.

Situasi tersebut pergeseran permintaan tablet menurun gara-gara ponsel layar lipat itu terjadi saat harga dari perangkat seperti Galaxy Fold dan Mate X sudah tersedia dengan harga lebih murah, misalnya pada segmen midrange.

Saat ditanya, apakah ponsel layar lipat buatan dari Royole, Galaxy Fold, hingga Mate X memungkinkan masuk ke pasar Indonesia, Rizky mengatakan itu bisa saja terjadi. Terkait kapannya, tentu kedatangan perangkat tersebut tidak dalam waktu dekat.

"Tentu ada, terutama di segmen premium yang konsumennya sangat antusias jika ada fitur atau teknologi baru," kata Rizky terkait minat konsumen Indonesia terhadap ponsel layar lipat. (agt/fyk)