Apple Mau 'Merakyat', Rela Turunkan Harga?

Apple Mau 'Merakyat', Rela Turunkan Harga?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 25 Feb 2019 13:19 WIB
iPhone XS Max. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Salah satu bos Apple, yakni Chief Operating Officer Jeff Williams, mengutarakan niat agar perusahaannya lebih merakyat. Tapi sekadar omongan tentu mudah kecuali ada aksi nyata, apalagi kalau bukan menurunkan harga. Terutama di produk idaman Apple, iPhone.

"Soal harga itu adalah sesuatu yang sangat kami sadar. Kami tak ingin jadi perusahaan elit. Kami ingin menjadi perusahaan egaliter dan kami punya banyak pekerjaan di pasar-pasar yang sedang berkembang," sebut Jeff yang dikutip detikINET dari Apple Insider.

Entah apa yang ada dalam bayangan Jeff soal rencana membuat Apple lebih ramah pada 'rakyat jelata'. Akan tetapi sejauh ini, belum ada tindakan konkret dari Apple menurunkan banderol gadgetnya.



Memang di tengah lesunya penjualan, Apple memutuskan menurunkan harga iPhone XR. Misalnya di Jepang dan di China, di mana di Negeri Tirai Bambu ini, Apple menderita penurunan penjualan hingga 20% di kuartal IV 2018.

Akan tetapi untuk iPhone XS atau XS Max, belum ada tanda Apple bakal memangkas harga. "Kami berpendapat bahwa harga jual rata-rata iPhone adalah masalah terbesar meningat spek yang tak menarik dan meningkatnya persaingan di China dan Eropa," tutur analis CLSA, Nicolas Baratte.

"Sangat mudah untuk mengatakan Apple seharusnya memotong harga produk untuk mendorong permintaan," kata dia.



Harga rata-rata iPhone memang tumbuh luar biasa. Pada kuartal ketiga 2018, rata-rata harga iPhone seharga USD 793, naik yang pada tahun lalu hanya di angka USD 618.

Memang ada dilema tersendiri jika Apple begitu saja menurunkan harga iPhone atau taruhlah MacBook Air. Gengsi juga ikut terseret turun, padahal itu salah satu kekuatan mereka. Jadi, upaya Jeff untuk membuat Apple lebih merakyat memang tak semudah membalik telapak tangan.



Tonton juga video Apple Diam-diam Obral iPhone SE Lagi:

[Gambas:Video 20detik]


Apple Mau 'Merakyat', Rela Turunkan Harga?
(fyk/rns)