Jumat, 16 Nov 2018 15:15 WIB

Inikah Pertanda iPhone Baru Tak Begitu Laku?

Fino Yurio Kristo - detikInet
iPhone XS Max. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman iPhone XS Max. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Sepertinya ada persoalan dalam penjualan iPhone generasi terbaru. Isu tersebut mencuat karena ada empat pemasok komponen iPhone yang merevisi perkiraan pendapatan mereka.

Berarti kemungkinan, Apple memangkas jumlah produksi iPhone. Terlebih pada awal bulan ini, perusahaan yang didirikan Steve Jobs menyatakan takkan lagi melaporkan jumlah penjualan iPhone. Mungkin ada yang mereka sembunyikan.

Para pembuat komponen itu tidak menyebut Apple atau iPhone secara eksplisit, tapi arahnya cukup jelas ke sana. Dikutip detikINET dari CNBC, inilah para perusahaan tersebut.



AMS AG

Perusahaan AMG AG yang berbasis di Austria membuat sensor untuk 3D imaging, yang antara lain dipakai di sistem pengenalan wajah Face ID di iPhone. Mereka melakukan update prediksi pendapatan di kuartal IV 2018 terkait perubahan permintaan dari konsumen besar.

Qorvo

Qorvo yang berasal dari North Carolina, Amerik Serikat, adalah pembuat chip frekuensi radio yang digunakan di smartphone atau perangkat terkoneksi. Mereka baru saja memangkas perkiraan pendapatan kuartal antara USD 800 juta sampai USD 840 juta, dari yang sebelumnya USD 880 juta sampai USD 900 juta. Hal itu karena ada perubahan yang terkait dengan smartphone flagship.



Lumentum

Lumentum memproduksi laser 3D sensing untuk kamera depan iPhone. Mereka pun mengurangi prediksi pendapatan perusahaan. "Salah satu konsumen terbesar meminta kami menurunkan pengiriman dalam kuartal fiskal kedua kami," kata CEO Lumentum, Alan Lowe. Lumentum pernah menyebut bahwa konsumen terbesarnya adalah Apple.

Japan Display

Japan Display, produsen layar LCD high end seperti yang digunakan di iPhone XR menyatakan penjualan mereka akan tumbuh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Dari peningkatan 10 sampai 20% menjadi hanya antara 5 sampai 15%. (fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed