Produsen Linux Akan Luncurkan Asianux 2.0
- detikInet
Jakarta -
Perusahaan software di Cina dan Korea Selatan berencana akan mengeluarkan versi Linux untuk Asia dalam minggu-minggu ini. Asianux 2.0--begitu nama produk anyar terkait yang merupakan sistim operasi server. Asianux 2.0 yang dikembangkan oleh tiga perusahaan yakni Red Flag Software Cina, Miracle Linux Jepang dan HaanSoft Korea Selatan itu sedianya akan meluncur di Korea dan Cina Kamis (25/8/2005). Namun, belum akan diluncurkan di Jepang hingga Oktober mendatang.Ketiga perusahaan berencana akan memaketkan Asianux 2.0 dan menjualnya di bawah nama label perusahaan mereka masing-masing. Mereka juga berharap bisa menggaet vendor Linux dari perusahaan Asia lain yang tergabung dalam jalur distribusi produk terkait.Kini Asianux 2.0 sudah dimanfaatkan dalam proyek National Education Information System Korea Selatan."Standar Asianux setidaknya akan mempromosikan penggunaan Linux di Asia.Terutama untuk digunakan pada proyek besar pemerintah di berbagai belahan dunia," papar Andrea DiMaio, Vice President Gartner seperti dilansir CNET News yang dikutip detikinet Jumat (26/8/2005).Dengan adanya standar Linux Asia tersebut sekiranya bisa mendorong perusahaan software dan hardware agar memungkinkan produk mereka kompatibel dengan Linux. Sehingga mereka tidak perlu mendukung banyak versi sistem operasi open source (OS) yang tengah banyak beredar.Ketersediaan aplikasi dan kompabilitas hardware adalah kunci utama penggunaan sistem operasi. Hal ini setidaknya bisa mengusik keseimbangan pemakaian OS Windows.Pengumuman Red Flag dan Miracle Linux akan distribusi Asianux telah dilakukan pada Januari 2004 silam. Pihak Miracle berharap Asianux bisa digunakan merata di server perusahaan daerah dan pemerintah dalam tiga tahun mendatang. Pernyataan itu diungkapkan Presiden Miracle Linux, Takeshi Sato.Pada Oktober 2004, perusahaan Cina dan Jepang memilih HaanSoft sebagai mitra bisnis mereka. Asianux 2.0 yang sedianya akan diluncurkan September 2005 mendatang, malah akan dipercepat jadwalnya dua bulan lebih awal.
(ien/)