Jumat, 28 Sep 2018 10:20 WIB

DJI Jawab Tudingan Drone Buatannya Kemahalan

Virgina Maulita Putri - detikInet
DJI Mavic 2. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet DJI Mavic 2. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet
Jakarta - DJI baru saja meluncurkan penerus dari drone Mavic Pro, yaitu Mavic 2 Pro. Drone ini mengusung kamera yang dikembangkan oleh DJI bersama dengan produsen kamera ternama, Hasselblad dan dibanderol dengan harga Rp 26,5 juta.

Tapi harga tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dibanding pendahulunya. Ketika dirilis pada tahun 2016, Mavic Pro dibanderol dengan harga USD 999 (Rp 15 jutaan).

Global Communication Director DJI, Kevin On mengatakan bahwa hal itu wajar mengingat peningkatan sejumlah fitur di Mavic 2 Pro.



"Kalau kalian lihat dari kepintaran otaknya, apa yang bisa dilakukan. Jika kalian lihat di pengambilan gambar dan mode video dan juga desain barunya, semua hal tersebut sudah ditingkatkan," kata On, saat ditemui setelah peluncuran DJI Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom, di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

"Yang lebih penting, menurut saya, adalah sistem pencitraan gambar yang lebih bertenaga," lanjutnya.

Memang Mavic 2 Pro memiliki desain yang lebih aerodinamis dibandingkan pendahulunya, yang memungkinkan Mavic 2 Pro untuk terbang lebih cepat dan lebih lama. Selain itu, Mavic 2 Pro juga diklaim lebih senyap dibandingkan pendahulunya.

On menilai bahwa harga mahal Mavic 2 Pro itu relatif. Semuanya bergantung pada kebutuhan calon pengguna.

"Kita berpikir tentang seberapa sering kita menggunakannya, bagaimana kita akan menggunakannya, apakah kita menggunakannya untuk kerja atau untuk main," jelas On.

"Mungkin untuk bisnis yang menekuni aerial photography, mungkin mereka membutuhkan zoom camera. Dan menurut mereka dan menurut sudut pandang bisnis ini bukan perangkat yang mahal," sambungnya.

(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed