iTunes Pikat Hati Para Musisi
- detikInet
Jakarta -
Karena iTunes laku keras, para musisi Jepang yang dinaungi Sony dan label rekaman lainnya kini ingin membebaskan diri dari perusahaan rekaman mereka. Mereka mencoba menarik kembali musik mereka, demi bergabung dengan iTunes. Layanan musik online milik Apple Computer ini disambut hangat di Jepang. Tidak hanya laris berjualan, iTunes juga memiliki daya pikat, hingga menggugah para musisi untuk berbisnis dengannya. Seperti dikutip detikinet, Jumat (11/8/2005) dari Associated Press, sampai saat ini sudah ada satu orang artis yang melanggar label rekaman untuk menawarkan lagunya ke iTunes. Tanpa menghiraukan posisi perusahaan rekaman, agen utama yang mengelola musisi Jepang pun mulai tertarik membuat perjanjian dengan Apple Computer Inc.Toko musik online iTunes yang dibuka Kamis (4/8/2005) lalu, menjajakan dagangan sebanyak satu juta lagu dari 15 label rekaman Jepang. Hanya dalam waktu empat hari sejak dibuka, pelanggan sudah mendownload lebih dari satu juta lagu. Padahal sebelum iTunes muncul, layanan download musik tertinggi di Jepang rata-rata sekitar 450.000 download per bulan.Layanan iTunes tersebar di 20 negara termasuk Amerika Serikat. Di Jepang, 90 persen dagangan iTunes berbandrol 150 yen (Rp 13 ribu), dan 10 persen sisanya berharga 200 yen (Rp 17 ribu). Harga tersebut sebenarnya 99 sen lebih mahal dibanding iTunes versi AS.Sementara itu divisi musik Sony Corp., Sony Music Entertainment, belum mendaftarkan diri untuk bergabung dengan layanan milik Apple itu. Perusahaan mengatakan mereka masih membicarakan hal ini tetapi belum ada persetujuan.Apple dan Sony kini bersaing ketat dalam hal pemutar musik portable. Pemutar musik iPod Apple melesat maju, meninggalkan Sony. Di sisi lain, para artis kini mulai memunculkan tema persaingan baru. Mereka tak segan berpaling dari perusahaan rekaman lamanya, dan lebih memilih menawarkan musiknya ke iTunes. Semisal Musisi Rock Motoharu Sano, yang terikat kontrak dengan Sony, kini mulai menyuguhkan beberapa lagunya untuk iTunes."Ini adalah kebebasan individu. Orang bebas memilih untuk mendengarkan musik. Saya ingin menaruh musik saya di mana penggemar saya berada," ujar Sano.Sementara itu juru bicara Sony Music Yasushi Ide mengatakan Sano tak lagi dianggap sebagai artis Sony, walaupun Sano belum memutuskan apakah rekamannya akan ditawarkan di iTunes atau tidak. Semuanya bergantung pada masing-masing kontrak dan akan membicarakan hal ini lebih lanjut.Amuse Inc., agen beberapa artis papan atas Jepang, juga tertarik ingin bergabung dengan iTunes. Perusahaan itu awalnya sudah mengambil keputusan untuk menandatangani iTunes. Tetapi juru bicara Kyoko Ijichi mengatakan mungkin akan bergabung tahun depan.
(ketepi/)