Software IGOS 'Unjuk Gigi' di Pertemuan Menteri ASEAN
- detikInet
Jakarta -
Di ajang pertemuan para menteri Iptek ASEAN kesebelas, Kementerian Negara Riset dan Teknologi yang menjadi tuan rumah, mengaplikasikan software-software yang lahir dari program IGOS. Di ajang pertemuan tersebut, Ristek juga menerapkan sistim paperless presentation dan aplikasi NetMeeting, dengan menggunakan sistim operasi open source.Hal itu diungkap Ketua Organizing Committee untuk ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology, Bambang Setiadi. Menurutnya ini merupakan pertama kalinya Indonesia mengimplementasikan teknologi informasi untuk efisiensi dalam konferensi itu. "Efisiensi di sini seperti tidak banyak lembar fotokopian, dan membuat diskusi jadi fokus," ujar Bambang, yang juga menjabat Deputy Menteri Negara Bidang Program Ristek. "Apabila menteri-menteri ASEAN ingin presentasi, materinya tinggal dibawa ke server," ujarnya, saat ditemui di sela-sela pertemuan, di Kantor Ristek, Jl M.H. Thamrin No. 8, Jakarta, Kamis (11/8/2005).Hal itu juga mendapat pengakuan langsung dari sekjen ASEAN, Ong Keng Yong.Aplikasi open source juga dimanfaatkan dalam pengadopsian agenda pertemuan, yaitu melalui aplikasi Net Meeting, yang ada di sistim operasi berbasis open source. Basuki mengatakan, para menteri ASEAN juga tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya. Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, IGOS sudah diterapkan di kalangan Ristek dan tujuh LPND-nya. Meskipun diakuinya, implementasi IGOS masih memiliki banyak kekurangan.Menurutnya, penggunaan IGOS di kalangan Ristek masih sebatas untuk aplikasi perkantoran, seperti untuk presentasi dan word processing, serta database processing"Aplikasi IGOS kan buatan kita, kalau kita sendiri nggak pakai di lingkungan sendiri kan lucu," kata Kusmayanto.Aplikasi IGOS juga akan dijadikan oleh-oleh untuk menteri-menteri peserta pertemuan.
(ketepi/)