Senin, 20 Agu 2018 15:57 WIB

Hands-on

Infinix Hot 6 Pro: Bodi dan Baterai Sama-sama Jumbo

Moch Prima Fauzi - detikInet
Foto: Moch Prima Fauzi Foto: Moch Prima Fauzi
Jakarta - Smartphone di segmen menengah ke bawah kedatangan penantang baru dari Infinix bernama Hot 6 Pro. Smartphone ini telah diluncurkan pada Juni lalu yang ditujukan bagi pencinta game karena dukungan baterai dan layarnya yang jumbo.

Kesan kokoh dan berbobot muncul ketika pertama kali memegang smartphone ini. Layarnya terlihat cemerlang karena ketajaman piksel dan produksi warnanya cukup apik.

Desain

Infinix nampaknya mencoba untuk mengikuti selera pasar dengan memasangkan dua kamera di bagian belakang. Konfigurasi kamera dipasang secara horizontal dengan ditambah sebuah flash di sisinya. Di bawahnya terdapat cekungan bulat sebagai tempat pemindai sidik jari.

Permukaan bagian belakang Infinix Hot 6 Pro cukup kesat ketika dipegang. Itu membuatnya tidak mudah jatuh ketika digenggam.



Kemudian bagian depannya terpampang layar seluas 6 inch berpanel LCD. Resolusinya full HD 1440 x 720 piksel dengan kerapatan 268 ppi. Layar jumbo Hot 6 Pro dinamakan FullView Display karena mengusung aspek rasio 18:9. Meski begitu, bezel atas dan bawahnya masih terlihat cukup tebal.

Ruang di bagian atas digunakan Infinix untuk menyematkan sensor, speaker dan kamera selfie. Sementara bagian bawahnya tampil bersih tanpa adanya satu pun tombol fisik. Ini karena navigasi Hot 6 Pro digantikan oleh tombol virtual yang akan muncul dengan menyapu layar ke atas dari ujung bawah layar.

Penampakkan tombol fisik baru terliaht ketika melongok ke sisi kanan ponsel. Di sana terlihat dua tombol memanjang untuk volume di bagian atas, dan tombol daya di bagian bawahnya. Sementara speaker, port USB, mikrofon dan port audio terletak di sisi bawahnya. Port micro SD, dan SIM card terletak di sisi kiri.

Dimensi dari Infinix Hot 6 Pro terbilang jumbo untuk smartphone di kelasnya yakni 76,21 mm x 160,43 mm x 8,3 mm. Selain cukup tebal, smartphone ini juga terasa lebih berat meski tanpa tambahan pelindung atau casing.

Antarmuka

Infinix Hot 6 Pro mengusung antarmuka XOS Hummingbird 3.2 berbasis Android 8.0 Oreo. Ikon yang digunakan Infinix tampil kotak-kotak dinamis dengan bagian sudutnya yang membulat.

Saat masuk ke menu utama terlihat beberapa ikon aplikasi berjejer di atas tombol navigasi virtual. XOS Hummingbird sepertinya tak menggunakan app drawer untuk melihat keseluruan aplikasi yang terpasang.

Cukup geser layar ke kiri dari menu utama makan akan terlihat deretan aplikasi yang tersedia. Selain itu pengguna juga bisa menggeser layar ke atas untuk melakukan pencarian aplikasi.

Sementara untuk akses cepat ke pengaturan, cukup menggeser layar ke bawah maka akan terlihat ikon pengaturan seperti bluetooth, WiFi, airplane mode, data selular, rotasi otomatis dan lainnya hingga mengatur pencahayaan layar.

Konfigurasi tampilan layar bisa diakses cepat dengan cara tekan layar bebera saat di menu utama, maka akan muncul menu pengaturan untuk widget, XTheme, wallppaper dan menu.

Spesifikasi

Mengusung smartphone yang ditujukan untuk pencinta game, Infinix berupaya mendukungnya melalui layar lega seluas 6 inch dan juga kapasitas baterai jumbo 4.000 mAh. Untuk mempercantik tampilan layar, Infinix membuat tiap sudut layarnya membulat sehingga tampil dinamis. Waktu standby yang diklaim Infinix dapat bertahan hingga 28 hari.

Dari dapur pacu, Hot 6 Pro diperkuat oleh prosesor quad-core Snapdragon 425 1,4 GHz. Ada dua pilihan RAM dan ROM yang ditawarkan oleh Infinix ke pasaran yakni 2 GB/16 GB dan 3 GB/32 GB. Untuk kamera, Hot 6 Pro mengandalkan dua kamera utama 13 MP + 2 MP dan kamera depan untuk selfie 5 MP.
Infinix Hot 6 Pro: Bodi dan Baterai Sama-sama JumboFoto: Moch Prima Fauzi

Adapun kemampuan yang dihasilan dari kamera utama ialah mode profesional (manual), beauty, dan portrait (bokeh). Sementara di bagian depan, kameranya mampu memberikan tampilan beauty dan wideselfie melalui menu Modes.

Kesimpulan

Dari aspek bodi, Infinix Hot 6 Pro terbilang kokoh karena telah menggunakan material logam untuk cangkang belakang dan rangkanya. Kendati begitu karena cukup tebal, itu membuatnya terasa berat saat dipegang dengan satu tangan.

Beruntung, permukaan cangkang belakangnya dibuat agak kesat sehingga tak mudah meluncur dan jatuh saat dipegang. Selain itu dengan bodinya yang jumbo, ukuran layar pun menjadi lebih leluasa saat digunakan untuk hiburan.



Di sisi kualitas foto, hasil bokeh yang didapat dari kamera gandanya masih belum secara cerdas memisahkan objek utama dengan background. Ada bagian-bagian objek yang seharusnya tajam malah tekena efek blur dan sebaliknya.

Sementara dari sisi dapur pacu dan tampilan layarnya, rasanya cukup sepadan dengan harga yang ditawarkan Infinix yakni Rp 1.499.000 (2 GB/16 GB) dan Rp 1.799.000 (3 GB/32 GB) di samping baterai jumbo 4.000 mAh juga menjadi kelebihannya. (mul/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed