Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apple 'Macintel' Pakai Chip Kontroversial

Apple 'Macintel' Pakai Chip Kontroversial


- detikInet

Jakarta - Model terbaru dari 'Macintel', komputer Apple Macintosh berbasis Intel, akan memakai chip keamanan yang kontroversial. Chip itu disebut-sebut bisa melanggar privasi pengguna. Mau dipakai untuk apa?Hal itu terungkap saat para pengembang mendapatkan Developer Transition Kits dari Apple. Perangkat itu terdiri dari Mac OS X yang berjalan di Intel serta komputer Apple dengan prosesor Intel. Developer Transition Kits dibuat untuk membantu pengembang software beralih ke Macintosh berbasis Intel. Sedianya Macintosh berbasis Intel itu akan hadir tahun depan. Komputer itu mengandung chip keamanan Trusted Platform Module (TPM). Chip itu mengandung standar terbuka yang diatur oleh lembaga nirlaba Trusted Computing Group yang mengembangkan standar keamanan.Seperti diberitakan VNUnet yang dikutip detikinet, Jumat (5/8/2005), adanya chip TPM sebenarnya bukan hal mengejutkan. Sebelumnya Apple disarankan oleh analis dari Gartner untuk memakai TPM demi mencegah pengguna memasang sistem operasi OS X pada komputer yang bukan Mac. "TPM akan jadi penghambat pemindahan software Mac ke komputer lain," ujar analis Gartner Martin Reynolds. Setiap chip TPM mengandung nomor seri yang terenkripsi. Nomor itu digunakan oleh sistim operasi untuk memverifikasi apakah hardware yang dipakai memang produksi Apple atau bukan.Menurut Reynold, secara teori pihak ketiga dapat 'memalsukan' nomor seri itu dan 'menipu' software. Akibatnya Mac OS X bisa berjalan pada hardware non-Mac.Chip TPM sudah digunakan dalam beberapa komputer enterprise dari IBM/Lenovo dan Hewlett-Packard. Perusahaan-perusahaan itu menggunakan TPM untuk penyimpanan password atau enkripsi data.Windows Vista juga akan bersandar kepada TPM untuk teknologi Secure Startup. Teknologi itu akan memblokir akses pada komputer jika keamanan hardisk ditembus.Secure Startup mencegah pencuri laptop menukar hardisk atau menjalankan sistim dari disket untuk mengecoh fitur keamanan.Reynold menyarankan di masa depan chip TPM bisa dipakai sebagai alat anti pembajakan. Perusahaan software seperti Microsoft, misalnya, dapat menghubungkan nomor identifikasi TPM ke dalam kunci registrasi software.TPM menjadi kontroversi karena dilihat bisa mengganggu privasi pengguna. Nomor seri dalam chip dapat dipakai untuk membatasi hak putar media digital tertentu Hal itu bisa dilakukan melalui Digital Rights Management atau memakai nomor seri untuk melacak pengguna secara online.Menurut Reynold ketakutan itu berlebihan. Ia melihat penggunaan TPM untuk hal itu akan merugikan pembuat komputer. "Ada hal-hal yang dapat dilakukan dengan TPM yang bertentangan dengan keinginan pengguna. Tetapi dalam prakteknya, pembuat komputer lebih memilih untuk tidak melakukannya," ujarnya. (wicak/)







Hide Ads