Setelah Merugi, Napster Berusaha Bangkit
- detikInet
Jakarta -
Meski sempat mengalami kerugian, Napster tampaknya berusaha bangkit kembali dengan mengumumkan kerjasamanya dengan perusahaan label asal Jepang. Napster bersiap meluncurkan layanannya di Jepang.Perusahaan penyedia layanan musik online ini, sempat mengalami kerugian di kuartal pertama tahun ini. Perusahaan melaporkan rugi bersih sebesar US$ 19,9 juta (Rp 193,8 miliar), sementara rugi bersih pada periode yang sama tahun 2004 jumlahnya mencapai US$ 2,6 juta (Rp 25,3 miliar). Meski begitu, pendapatannya naik 167% hingga mencapai US$ 21 juta (Rp 204,5 miliar)Napster juga mengumumkan kerjasamanya dengan perusahaan Japan Tower Record untuk meluncurkan produknya di Jepang. Untuk kedepannya Napster mengatakan, mereka mengharapkan keuntungan sekitar US$ 2 juta (Rp 19,4 miliar) pada kuartal kedua, dan adanya pertumbuhan yang kuat pada semester akhir tahun ini."Hubungan kami dengan Tower Record Jepang menunjukkan perkembangan yang pesat pada globalisasi industri musik digital, dan salah satunya akan membawa nama Napster ke level yang baru," kata Chris Gorog Pemimpin dan CEO Napster, seperti dikutip detikinet, Jumat (5/8/2005), dari BBC News.Pertambahan penghasilan tersebut sebagian juga diharapkan datang dari kerjasama dengan pihak lain dengan XM Satelltie Radio Holdings."Kami melihat ke depan untuk melakukan sejumlah strategi bisnis baru pada tahun ini, demi meraih pendapatan baru yang memperbaiki margin dan mempercepat pencapaian laba," ujar Gorog.Pada kuartal yang berakhir 30 Juni, Napster mencatatkan pertambahan pelanggan berbayar, yang meningkat hingga 13 persen dibanding kuartal sebelumnya. Jumlah tersebut belum termasuk pelanggan dari universitas.
(wicak/)