Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hollywood Siapkan Teknologi Baru di Perfilman

Hollywood Siapkan Teknologi Baru di Perfilman


- detikInet

Jakarta - Setelah melewati pertimbangan bertahun-tahun, studio-studio film di Hollywood akhirnya menetapkan standar teknis baru. Mereka sepakat untuk mengganti proyektor film di bioskop dengan proyektor digital berteknologi canggih.Setelah melewati pertimbangan bertahun-tahun, studio Hollywood akhirnya menetapkan standar teknis untuk mengganti proyektor film di bioskop dengan proyeksi digital berteknologi tinggi. Tetapi butuh waktu lama untuk mewujudkan hal ini.Studio film kenamaan, bersama dengan jaringan bioskop dan perusahaan teknologi, mengumumkan hal tersebut di Beverly Hills. Seperti dikutip detikinet, Jumat (29/7/2005) dari CnetNews.com, bagian teknik dari pekerjaan mereka telah selesai. Setelah menyelesaikan spesifikasi dasar video tahun lalu, aspek penting dalam proteksi konten juga sudah rampung sekarang.Saat ini yang dibahas tinggal sisi bisnisnya, dan tahap uji coba. Negosiasi sedang dalam pembicaraan dengan bioskop-bioskop dan agen pembiayaan untuk membayar instalasi peralatan baru. Selain itu uji coba pasar secara keseluruhan harus dilakukan."Ini akan menjadi awal yang berlangsung lambat di tahun-tahun mendatang, seiring dengan pembuktian yang kami lakukan bahwa keseluruhan sistim berjalan dengan baik," kata Jerry Pierce, Senior Vice President bagian Teknologi dari Universal Pictures. Meski melebihi waktu yang disediakan, standar yang didemonstrasikan pada konferensi pers di Beverly Hills itu, menampilkan satu perubahan yang besar dalam perkembangan teknologi film berwarna.Teknologi tidak hanya memperbaharui sistim produksi yang digunakan untuk membuat film seperti "Shrek" atau "Star Wars". Tapi juga pada pendistribusian film dalam format digital. Hal ini memungkinkan studio film untuk mengirim copy film dengan satelit atau jaringan optik berkecepatan tinggi ke bioskop-bioskop, tidak lagi mengirim bentuk fisik dari copy film tersebut.Saat ini, studio menghabiskan lebih dari US$1000 (Rp 9,8 juta) untuk setiap cetakan, sementara jika dilakukan dalam format digital hanya akan menghabiskan biaya sekitar ratusan dollar--jadi menghemat waktu dan biaya.Langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk membantu pemilik bioskop melakukan transisi ke format digital, yang dijanjikan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Perusahaan teknologi mengatakan, biaya peralatan untuk setiap layar akan berkisar antara US$75.000 (Rp 737 juta) dan waktu pengirimannya bisa lebih cepat.Pemilik bioskop tengah melobi untuk melakukan uji cobanya untuk pasar berukuran sedang. Dalam proses uji coba ini, semua bioskop yang ada di setiap kota akan dikonversi secara digial dalam waktu yang sama. Studio film menyatakan kesepahamannya akan pentingnya proses uji coba tersebut. Tapi hal itu belum disepakati dengan perjanjian resmi.Vendor peralatan mengatakan mereka siap, dan mereka sudah menciptakan produk yang akan sesuai dengan standar baru di Hollywood. (wicak/)







Hide Ads