Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 resmi berakhir dan Samsung telah memilih dua tim terbaik yang berhasil mengembangkan inovasi teknologi berbasis AI dan IoT. Dua tim ini masing-masing mewakili kategori Universitas dan SMA/SMK/MA.
Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia mengatakan ini adalah tahun ke-7 program SIC digelar di Indonesia dan tim terbaik yang sudah dipilih diharapkan dapat menjadi inovator teknologi muda.
"Kalian bukan cuma ikut program Samsung Innovation Campus, kalian bukan cuma belajar, tetapi Insya Allah juga kalian akan menajdi agen perubahan di negara kita tercinta ini harapannya begitu," kata Ennita dalam pengumuman tim terbaik Samsung Innovation Campus di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim terbaik dari kategori Universitas adalah Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana. Mereka mengembangkan solusi bernama PhysioTrack yang dapat membantu rehabilitasi pasien pasca stroke dari jarak jauh.
Solusi ini mengandalkan rompi wearable yang dilengkapi sejumlah sensor, handgrip untuk menguji kekuatan genggaman, aplikasi mobile, dan dashboard untuk dipakai terapis memantau dari jarak jauh.
Tim terbaik dari kategori SMA/SMK/MA adalah Lumyx dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru. Mereka mengembangkan perangkat bernama Alex yang dilengkapi AI untuk memudahkan aktivitas pengguna.
Pengumuman tim terbaik Samsung Innovation Campus Batch 7 Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET |
Berbeda dengan chatbot AI biasa, tim Lumyx mengklaim Alex bisa mengenali pengguna lebih dekat berkat memori berkelanjutan. Perangkat ini juga lebih bebas distraksi dan dapat membantu pembelajaran berkat fitur note taking.
Ennita menambahkan kedua tim terbaik ini dipilih oleh dewan juri dari berbagai bidang, termasuk Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Samsung R&D Institute Indonesia.
Seluruh peserta Samsung Innovation Campus melewati tiga tahap seleksi. Tahap pertama adalah pembelajaran coding dan programming, diikuti dengan pembelajaran Internet of Things (IoT), dan tahap terakhir adalah persiapan prototipe.
"Terakhir mereka harus mempresentasikan itu di depan para dewan juri untuk memberikan penilaian yang terbaik yang mana," jelas Ennita.
(vmp/vmp)
