BERITA TERBARU
Jumat, 18 Mei 2018 20:33 WIB

Menristekdikti Pamer Konverter BBM untuk Nelayan

Sudirman Wamad - detikInet
Foto: detikINET/Sudirman Wamad Foto: detikINET/Sudirman Wamad
Cirebon - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar pameran dan pengujian konverter kit BBM ke gas di Pelabuhan Perikanan Nusantata (PPN) Kejawanan Kota Cirebon, Jawa Barat.

Pameran dan uji peralatan yang menggunakan konverter kit itu dihadiri perwakilan dari Kementerian Desa (Kemendes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komisi VII DPR RI, serta sejumlah pejabat daerah.

Sedikitnya ada 18 peralatan yang menggunakan konverter kit dalam pameran dan pengujian alat itu, seperti diesel, kendaraan bermotor, alat pembuat es, genset, dan lainnya. Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan pameran dan pengujian alat konverterkit bertujuan untuk menunjukkan ke publik hasil inovasi yang dilakukan Kemenristekdikti.

Menristekdikti Pamer Konverter BBM untuk NelayanFoto: detikINET/Sudirman Wamad

"Dengan mengonversi BBM ke gas itu tentu bisa menghemat biaya operasional sebesar 65 persen. Semisal, nelayan biasanya habis 70 ribu rupiah untuk mencari ikan setiap kali melaut, ini cukup menggunakan elpiji tiga kilogram yang harganya 20 ribu rupiah," ujar Nasir kepada awak media di PPN Kejawanan Cirebon, Jumat (18/5/2018) sore.

Nasir mengatakan tugasnya telah berhasil memberikan inovasi untuk membantu masyarakat. Untuk pendistribusian konverterkit tersebut, lanjut dia, akan dilakukan oleh KKP, Kemendes, Kementerian ESDM.

"Konverterkit ini sudah lolos uji, sudah SNI. Kami ini hulunya, mereka (KKP, Kemendes, dan Kementrian ESDM) itu hulunya. Nanti akan disediakan sebanyak 40 ribu konverterkit untuk dibagikan ke nelayan tahun ini," ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mengatakan konverterkit merupakan bagian dari program pemerintah yang digagas secara bertahap. Awalnya, menurut Herman, konverterkit hanya dimanfaatkan untuk para nelayan sebagai proyek percontohan awal.

"Kami siapkan anggaran stimulusnya untuk nelayan. Sebanyak 40 ribu konverterkit disiapkan untuk nelayan tahun ini. Tahun lalu sebagai pilot project kami sediakan 4 ribu konverterkit untuk nelayan," ucap politisi Partai Demokrat ini.

Ia menjelaskan konverterkit memiliki beberapa kelebihan, seperti ramah lingkungan dan efesiensi biaya bagi penggunanya. "Tadi dalam pameran dan uji alat sudah dilihat beberapa alat yang bisa menggunakan konverterkit. Kedepannya bukan hanya untuk nelayan saja, tapi bisa dibeli masyarakat," kata Herman. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed