Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Waroeng IGOS Mulai Banjir Peminat

Waroeng IGOS Mulai Banjir Peminat


- detikInet

Jakarta - Dua hari setelah diperkenalkan dalam open house Indonesia Goes Open Source (IGOS) distro Linux Waroeng IGOS mulai menarik banyak peminat. Penggagasnya pun akan segera menggelar Training for Trainers (TOT). Banjir peminat itu disampaikan Judith M.S. Ketua Dewan Presidium Asosiasi Warnet Indonesia (Awari). "Ternyata banyak yang respon dengan Waroeng IGOS, ratusan e-mail dari berbagai tempat di Indonesia meminta Waroeng IGOS untuk solusi mereka," ujar Judith bersemangat, kepada detikinet, Kamis (14/7/2005).Menurut Judith, peminat Waroeng IGOS mencapai warnet di daerah Papua, Indonesia Timur. "Bahkan Semarang, Bandung, Padang, Jambi meminta diikutkan dalam training for trainers," ujar JudithPelatihan untuk pelatih itu akan digelar di Universitas Gunadarma, Jakarta, akhir bulan Juli 2005. Pelatihan akan digelar dalam tiga tahap dengan masing-masing 25 orang peserta. "Tahap pertama 21-22 Juli 2005, kedua 25-26 Juli 2005 dan ketiga 27 - 28 Juli 2005," ia menambahkanPelatihan itu akan mencakup penjelasan mengenai isi paket Waroeng IGOS, proses instalasi hingga cara membuat warnet yang legal dengan biaya terjangkau. MemudahkanBeberapa pengurus Awari pun sudah mulai menggunakan Waroeng IGOS. "Waroeng IGOS sangat memudahkan yang mau migrasi ke Open Source karena menurut saya ini Paket Instan yang disiapkan untuk tinggal menggunakan saja," ujar Andri Nugraha, Koordinator Wilayah AWARI Jakarta Selatan. Andri, Taufik (Korwil Awari Depok), Eddy Poernomo (Community Support IT), dan Lukman (Bendahara Awari Jakarta) adalah beberapa pengurus Awari yang bersukarela menyiapkan master Waroeng IGOS bagi warnet yang ingin mendapatkan distro tersebut. "Bagi Yang Pertama Kali menggunakan Waroeng IGOS terbilang mudah untuk melakukan instalasi, tidak rumit, tidak perlu memilih-milih lagi paket-paket yang perlu di-Install," ujar Andri yang juga memiliki warnet bernama Cihuuy Net. Distro Waroeng IGOS digagas dan dikembangkan oleh Universitas Gunadarma, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementrian Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Warnet Indonesia, dan Pasific Satelit Nusantara. Waroeng IGOS dikembangkan dari Linux Fedora Core 3. Satu paket Waroeng IGOS terdiri atas tiga keping cakram digital (CD). CD 1 dan 2 berbasis Knoppix dan bisa dijalankan tanpa instalasi, masing-masing untuk server dan client. Sedangkan CD 3 adalah untuk instalasi Waroeng IGOS ke dalam komputer. (wicak/)







Hide Ads