Jumat, 27 Apr 2018 15:07 WIB

Pengapalan Ponsel Merosot, Pasar China Mulai Jenuh?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: dok. Vivo Foto: dok. Vivo
Jakarta - Pengapalan ponsel di China mengalami penurunan terbesar pada kuartal pertama 2018 ini, yaitu hanya ada 91 juta unit ponsel yang dikapalkan.

Ini adalah pertama kalinya pengapalan ponsel di China tak berhasil menyentuh angka 100 juta unit sejak Q4 2013. Menurut analis pasar Canalys, pasar di China kemungkinan sudah lelah dengan bermacam materi promosi dari setiap vendor ponsel yang terus menerus hadir.

"Level kompetisi yang ada memaksa setiap vendor untuk meniru portfolio produk dan strategi pasar vendor lainnya," ujar analis peneliti Mo Jia, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (27/4/2018).



Jadi intinya, vendor ponsel perlu memfokuskan dirinya untuk mengembangkan model ponsel yang berbeda, dengan fitur tertentu yang bisa menjadi diferensiasi dari ponsel lainnya. Bukan sekadar memenuhi pasar dengan model ponsel yang itu-itu saja.

Penurunan pengapalan ini terjadi pada banyak vendor besar seperti Samsung, Meizu, Oppo dan Vivo. Samsung dan Meizu contohnya, jumlah pengapalannya menurun lebih dari setengahnya dibanding jumlah yang sama pada tahun lalu.

Sementara pengapalan ponsel Vivo menurun ke 15 juta unit, dan Oppo menurun ke 18 juta unit. Keduanya mengalami penurunan sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Apple pun tak lebih baik, karena ada di posisi lima dalam jumlah pengapalan.

Namun di balik semua penurunan itu, ada satu vendor yang mengalami peningkatan market share, yaitu Xiaomi. Jumlah pengapalan ponsel mereka tumbuh ke 12 juta unit, meningkat 37 persen dibanding tahun sebelumnya. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed