Minggu, 22 Apr 2018 15:24 WIB

ZTE Tambah Bukti Lawan Amerika

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Masalah berat yang menimpa ZTE membuatnya harus berjuang melawan Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS). Dalam proses ini, ZTE diperbolehkan menambah bukti untuk meringankan sanksi.

Seperti diketahui, ZTE kena sanksi karena dianggap andil dalam menjual teknologi AS ke negara yang mereka cekal seperti Iran dan Korea Utara. Selama 7 tahun ke depan, ZTE dilarang menggunakan teknologi AS yang sangat penting di produk mereka.

Secara rinci, ZTE tak dapat menerima barang atau teknologi dari pemasok chip Qualcomm, Intel dan Micron Technology, serta komponen optical dari Maynard, Acacia, Oclaro, Lumentum sampai software buatan Microsoft dan Oracle serta kemungkinan sistem operasi Android.



Informasi terbaru yang dikutip dari Reuters, Minggu (22/4/2018), regulator perdagangan AS menyebutkan tidak ada proses banding dalam kasus ini. Namun, mereka memberikan kebijakan membolehkan ZTE menghadirkan bukti tambahan melalui prosedur informal.

Belum diketahui jelas, apakah keputusan menerima lebih banyak bukti ini akan membuka kesempatan untuk sebuah resolusi di antara regulator AS dan ZTE. Yang jelas, ZTE sepertinya akan memungkinkan berbagai upaya untuk penyelesaian kasus ini.


ZTE bukannya tak melakukan perlawanan terhadap pemblokiran kegiatan impor mereka. Perusahaan yang berkantor pusat di Shenzen, China ini menilai Departemen Perdagangan AS telah mengabaikan betapa sulit ZTE mengikuti aturan ekspor di sana, serta harus berurusan dengan orang-orang yang lalai menjalankan tugas sehingga malah berujung pada sanksi berat.

"Kami sudah mempekerjakan firma hukum asal Amerika Serikat untuk melakukan investigasi secara independen. ZTE tidak akan menyerah untuk menyelesaikan isu ini lewat dialog dan komunikasi, sekaligus juga melindungi hak legitimasi kami melalui jalur hukum," sebut ZTE. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed