Minggu, 22 Apr 2018 11:23 WIB

iPhone X Diprediksi Tamat Timbulkan Polemik

Fino Yurio Kristo, Fino Yurio Kristo - detikInet
iPhone X. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET iPhone X. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Seorang analis memprediksi Apple akan menghentikan produksi iPhone X tahun ini karena penjualannya tak sesuai ekspektasi. Namun perkiraan itu tentu tak disetujui sejumlah pihak.

Indikasi iPhone X tamat adalah terjadinya pasokan berlebihan chip buatan TSMC karena ternyata Apple tidak membelinya cukup banyak untuk iPhone X. Hal itu menurut Neil Campling, kepala Mirabaud Securities, menandakan iPhone X sedang di ujung tanduk.

"Terjadi penurunan order iPhone X dan masalah inventory di TSMC ini yang mencapai rekor tertinggi. Kenapa? Karena iPhone X itu sudah mati," katanya sambil menambahkan iPhone X kurang laku karena harganya terlampau mahal.



Todd Haselton selaku kolumnis teknologi CNBC kurang setuju dengan pendapat Neil. Menurutnya, iPhone X mungkin akan mendapat upgrade tahun ini, tapi tidak mati. Apalagi pihak Apple beberapa kali menyebut penjualan iPhone X baik-baik saja.

"iPhone X adalah ponsel kami yang paling populer meskipun belum dikapalkan sampai bulan November," sebut CEO Apple Tim Cook pada Februari lalu. Dikombinasi dengan penjualan iPhone 8 dan 8 Plus, Apple mengklaim memperoleh rekor pendapatan pada kuartal IV 2017.

Todd menilai menurunnya permintaan pada chip TSMC bukan hanya karena Apple menurunkan pesanan melainkan karena berbagai faktor. Selain karena penjualan ponsel baru secara umum turun, permintaan dari klien TSMC seperti MediaTek juga terindikasi merosot.


Selain Todd, analis Patrik Moorhead dari Moor Insights & Strategy juga menilai kematian iPhone X tidak masuk akal. "Kata-kata iPhone X mati itu tidak masuk akal," tandasnya.

"iPhone X adalah ponsel Apple paling mahal dan perusahaan itu menjualnya lebih banyak dari ponsel lain sehingga saya katakan ponsel itu sukses. Apple akan melakukan update iPhone X tapi takkan membunuhnya. Jika ada suplier komponen yang terdampak kemungkinan karena digantikan pemasok lain," tegasnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed