Minggu, 22 Apr 2018 09:28 WIB

ZTE Dilumpuhkan Amerika, Ini Peringatan China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Sanksi berat yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Perdagangan kepada ZTE tentu mengusik pemerintah China. Mereka pun menebar peringatan.

Wajar saja, ZTE adalah perusahaan raksasa di Negeri Tirai Bambu itu dan jadi tulang punggung China mewujudkan ambisi memimpin industri teknologi dunia. Kementerian Luar Negeri China menyatakan situasi yang menimpa ZTE adalah sesuatu yang berbahaya.

"Kami harap Amerika Serikat tidak melawan arus. Jika kebijakan AS didasarkan pada semua hal yang kemungkinan omong kosong, hal ini adalah tidak bertanggungjawab dan sangat berbahaya," kata juru bicara Kemenlu China, Hua Chunying yang dikutip detikINET dari South China Morning Post, Minggu (22/4/2018).



Hubungan AS dengan China memang sedang tidak akur terkait potensi perang dagang antara keduanya. Dan sanksi pada ZTE membuat situasi makin memanas walaupun hal itu sedikit banyak menggambarkan ketergantungan China pada teknologi Negeri Paman Sam.

Seperti diketahui, karena menjual barang secara ilegal ke Iran dan Korea Utara serta tidak menghukum pegawai yang terlibat, selama 7 tahun ke depan ZTE dilarang menggunakan teknologi AS yang sangat penting di produk mereka.

Secara rinci, ZTE tak dapat menerima barang atau teknologi dari pemasok chip Qualcomm, Intel dan Micron Technology. Juga komponen optical dari Maynard, Acacia, Oclaro, Lumentum sampai software buatan Microsoft dan Oracle serta kemungkinan sistem operasi Android.



China telah berusaha mengejar ketertinggalan teknologinya dari AS dan momentum sanksi pada ZTE ini, meskipun pahit, diharapkan dapat mempercepat kemandirian mereka.

"China telah berusaha berinovasi dan memperkecil ketergantungannya pada teknologi asing untuk membuat industrinya lebih kuat menghadapi ancaman seperti yang terjadi saat ini," sebut Edison Lee, analis di bank investasi Jefferies. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed