Jumat, 20 Apr 2018 13:05 WIB

Waduh, Ponsel Apple dan Xiaomi Mengandung Zat Beracun?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: ABC Australia Foto: ABC Australia
Jakarta - Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan China menemukan bahwa bahan-bahan yang digunakan pada smartphone terlalu berbahaya digunakan dan tersentuh oleh manusia.

Dewan Konsumen Shenzhen di China mengeluarkan sebuah penelitian tentang smartphone yang mengandung bahan berbahaya bagi pengguna. Ponsel yang masuk kategori berbahaya ini berasal dari merek-merek terkenal.

Studi ini, sebagaimana dilansir dari Business Insider, Jumat (20/4/2018), meneliti 30 sampel casing atau penutup ponsel, di mana tujuh di antaranya mengandung zat beracun yang berbahaya kesehatan pengguna.


Tiga puluh sampel ini terdiri dari 28 merek berbeda, termasuk di dalamnya Apple, Huawei, Samsung, dan Xiaomi. Merek-merek lain yang ditemukan merupakan produksi brand China, yakni Tiya, Yuening, dan Q-Guo.

Pejabat setempat mengatakan, iPhone Apple mengandung Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) 47 kali di atas tingkat normal. Bahan tersebut disebut-sebut berpotensi memicu kanker.

Sementara itu, bahan cover ponsel Xiaomi menyimpan plasticizer secara berlebihan yang mengancam reproduksi dan menurunkan kesuburan.

Jika kalian adalah tipe orang yang menyukai bling-bling di ponsel, perlu hati-hati lagi. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa glitter dan kristal yang dibuat oleh merek China mengandung timbal 1.550 kali di atas tingkat keamanan internasional.

China menyebutkan, cover smartphone yang diduga beracun adalah model yang digunakan oleh Apple dan Xiaomi. Mirisnya lagi, perangkat tersebut dijual di situs resmi di China.


Sejauh ini, China belum memiliki aturan khusus mengenai penanganan penutup smartphone tersebut. Casing smartphone ini merupakan salah satu bisnis menggiurkan di sana, dengan perolehan pasar sebesar 70% atau senilai 20 miliar Yuan diproduksi di Shenzhen setiap tahunnya.

Menanggapi penelitian ini, Xiaomi berkilah bahwa standar Eropa EN 14372 yang digunakan penelitian tersebut tidak berlaku untuk penutup ponsel, tetapi lebih berlaku untuk penggunaan anak dan produk perawatan. Sementara Apple belum berkomentar mengenai hal ini. (agt/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed