Rabu, 11 Apr 2018 17:43 WIB

Pemindai Sidik Jari dan Wajah Segera Gantikan Password

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: GettyImages Ilustrasi. Foto: GettyImages
Jakarta - Tak lama lagi, para pengguna internet tak perlu lagi repot-repot menghapal username dan password untuk masuk ke dalam suatu situs maupun platform dalam jaringan.

Google, Mozilla, dan Microsoft berencana untuk menghadirkan sistem terbaru pada peramban mereka yang memungkinkan para user untuk tidak lagi menggunakan password dalam masuk ke berbagai platform. Dalam mewujudkan hal tersebut, mereka menerapkan API bernama WebAuthn.

API yang menggunakan standar autentifikasi web dari World Wide Web Consortium (W3C) dan FIDO Alliance tersebut sudah mulai diterapkan pada versi terkini dari Firefox. Sedangkan Chrome dan Edge akan mulai menjalankannya dalam beberapa bulan ke depan. Rencananya, Firefox dan Chrome akan menghadirkan WebAuthn dalam pengaturan default lewat update terbaru mereka pada Mei mendatang.


Sedangkan Apple belum mengambil sikap untuk mengaplikasikan API tersebut dalam peramban Safari miliknya. Padahal, perusahaan yang berkantor pusat di Cupertino ini turut berperan dalam pengembangan standar autentifikasi web tersebut.

Kala WebAuthn sudah benar-benar dijalankan di berbagai peramban, maka para penggunanya tidak perlu lagi menghapal username maupun paswword miliknya yang biasa digunakan untuk masuk ke dalam sebuah platform. Hal tersebut dimungkinkan dengan menyimpan data identitas user pada perangkat sekunder menggunakan kunci rahasia lewat proses kriptografi.


Sebagai ganti dari username dan password, sistem keamanan tersebut akan memberikan sejumlah pilihan seperti PIN, pemindai wajah dan sidik jari, serta data biometri lain untuk memberikan akses kedapa user terhadap suatu situs.

Selain itu, sistem ini juga akan mendukung sejumlah perangkat sekunder seperti ponsel, smartwatch, hingga smart ring sebagai alat untuk mendapatkan akses ke sebuah platform. Semua perangkat tersebut, selama memiliki USB, NFC, atau Bluetooth, akan memungkinkan penggunanya untuk masuk ke dalam situs yang diinginkan.

Di samping kemudahan yang ditawarkan sistem ini, proteksi pengguna terhadap ancaman phishing pun diperkirakan akan bertambah. Hal tersebut diungkapkan oleh Selena Deckelmann, Senior Director Of Engineering Firefox Runtime.

"Dengan beralihnya penggunaan password menuju pemanfaatan perangkat, kita akan semakin dekat dengan dunia yang tidak memungkinkan terjadinya kegiatan phishing pada user. Kita memang belum sampai di sana, tapi kami semua ingin menuju ke sana," ujarnya, seperti detikINET kutip dari The Verge, Rabu (11/4/2018).

Sebelumnya, sistem semacam ini sudah diaplikasikan oleh sejumlah platform seperti Google dan Facebook yang memungkinkan para user untuk masuk menggunakan token bernama Yubikey. Token tersebut pun juga sudah memenuhi standar dari FIDO Alliance. (jsn/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed