BERITA TERBARU
Senin, 09 Apr 2018 17:04 WIB

Masyarakat Kaget Nokia Pakai Android

Adi Fida Rahman - detikInet
Ponsel Nokia Android. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET) Ponsel Nokia Android. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Jakarta - Nama Nokia masih dikenal sebagian masyarakat. Sayangnya, banyak yang tidak tahu jika ponsel Nokia kini menjalankan sistem operasi Android.

Hal tersebut diungkap Head of Marketing HMD Indonesia Miranda Warokka. Dia memberi contoh saat meninjau sejumlah pusat penjualan ponsel, pihaknya mendapati banyak konsumen yang kaget mengetahui Nokia kembali eksis dan menjalankan sistem operasi besutan Google itu.

"Sejumlah konsumen mengasumsikan Nokia hilang. Ketika mereka melihat terpajang di toko, responnya oh Nokia masih ada. Mereka juga baru tahu kalau sekarang menjalankan Android," ujar Miranda saat ditemui di Jakarta, Senin (9/4/2018).



Menyadari kondisi ini, pihak HMD Indonesia lantas berencana melakukan edukasi lebih getol lagi ke masyarakat. Terlebih kepada generasi milenial yang kurang mengenal brand asal Finlandia itu. Karena saat Nokia mengalami kejayaan, mereka belum lahir.

"Konsumen Nokia saat ini umurnya 25 - 44 tahun. Itu lantaran Nokia telah melekat kuat pada mereka. Tugas kami sekarang mengakusisi kembali pengguna lama dan memperkenalkan kepada milenial yang suka gonta-ganti ponsel," kata Miranda.

Miranda lantas menyebutkan empat strategi yang mereka jalankan agar Nokia kembali mendapat tempat di pasar ponsel Indonesia. Pertama distribusi dan retail.

Masyarakat Banyak Belum Tahu Nokia Pakai AndroidHead of Marketing HMD Indonesia Miranda Warokka. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)


HMD Indonesia ingin makin lebih menjangkau lebih luas konsumennya. Sehingga diharapkan nama Nokia dikenal kembali masyarakat.

Kedua, lebih dekat ke komunitas. Dengan begitu HMD Indonesia dapat mengedukasi seperti apa ponsel Nokia saat ini. Dari sini pula mereka berharap komunitas ini menyebarkan kembali ke masyarakat lebih luas.



Ketiga ketersediaan. Setelah memperluas jaringan penjualan, ketersediaan produk menjadi hal penting. "Karena akan dirasa percuma bila masyarakat sudah mengetahui, ritel sudah banyak, tapi barangnya tidak ada. Jadi kami akrab menggenjot ketersediaan barang," ungkap Miranda.

Terakhir, online. Walaupun sejauh ini kontribusinya kecil, penjualan di dunia maya tetap dilakukan HMD Indonesia.

"Kontribusinya hanya 5-10%. Tapi tetap akan dijalankan karena mengingat gaya hidup milenial yang lebih suka berbelanja online," pungkas Miranda. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.