Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Open Source Diet Lisensi

Open Source Diet Lisensi


- detikInet

Jakarta - Gerakan Open Source ternyata melahirkan terlalu banyak lisensi. Walhasil organisasi sertifikasi lisensi Open Source akan memangkas jumlah lisensi yang ada. Siapa korbannya?Gerakan Open Source berawal dari muaknya sejumlah pihak pada keharusan membayar lisensi penggunaan software. Maka seorang hacker bernama Richard Stallman dan kawan-kawan melawan dengan membuat lisensi GNU Public License (GPL). Lisensi itu memungkinkan sebuah software diedarkan secara cuma-cuma dan kode penyusunnya dapat diakses oleh siapapun. Saat lisensi itu diadopsi oleh sebuah sistem operasi bernama Linux, dimulailah gelombang perubahan yang cukup mengguncang dunia teknologi informasi.Berakar dari semangat pembebasan tersebut, banyak pihak yang membuat sendiri lisensi Open Source mereka. Termasuk puluhan lisensi yang dibuat oleh perusahan-perusahaan top seperti Intel, Computer Associates atau Sun Microsystem. Semua lisensi tersebut harus melalui persetujuan Open Source Initiative, sebuah organisasi independen. Terdapat lebih dari 50 lisensi yang telah disetujui OSI. Hal itu menimbulkan banyak kebingungan bagi perusahaan yang ingin menggunakan Open Source.Diet LisensiOleh karena itu OSI berencana untuk memotong jumlah lisensi mereka yang beredar luas. Seperti disebutkan Cnet News.com, Jumat (08/04/2005), OSI akan menetapkan lisensi dalam jumlah terbatas sebagai lisensi pilihan. Namun OSI belum memutuskan lisensi mana, dari 50 lisensi lebih yang beredar, yang akan mendapatkan status tersebut.OSI juga menerapkan tiga persyaratan baru untuk mengurangi jumlah lisensi yang kurang berguna. Persyaratan tersebut mengharuskan lisensi tersebut jelas, sederhana dan mudah dimengerti, dapat didaur-ulang, tetapi bukan duplikat dari lisensi yang masih eksis.Banyaknya jumlah lisensi Open Source menjadi perbincangan yang ramai bulan ini. Martin Fink, eksekutif Linux Hewlett-Packard, menekankan pengurangan radikal jumlah lisensi untuk menghindari kebingungan dan tambahnya biaya.Sam Greenblatt, Vice President Senior dari Computer Associates (CA), menyetujui adanya masalah pada banyaknya jumlah lisensi Open Source. Namun dia tidak sependapat dengan pendekatan Fink tentang pengurangan jumlah. Pada pidatonya baru-baru ini, Greenblatt mengatakan bahwa CA bersedia membatalkan lisensi open source mereka apabila tersedia pengganti yang sepadan.Greenblatt memuji langkah Sun Microsystem dalam membuat lisensi Open Source bernama Community Development and Distribution License (CDDL). Ia juga memuji langkah Intel yang mencabut lisensi Open Source Intel. "Menghilangkan lisensi merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Intel sudah menghapus lisensi open source mereka sendiri yang tercatat di daftar OSI, tetapi lisensi tersebut tetap ada selama software yang mereka gunakan masih eksis," tegas Greenblatt. (rouzni/)







Hide Ads