Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Duel dengan Open Source
Microsoft Kedepankan Security
Duel dengan Open Source

Microsoft Kedepankan Security


- detikInet

Jakarta - Microsoft menghadapi persaingan dari Open Source dengan inovasi, termasuk dalam hal security. Padahal selama ini security Microsoft dianggap 'kalah'. Di pasar server, sistem operasi Open Source Linux berkembang cukup pesat. Salah satu faktor yang memicu pertumbuhan Linux adalah sisi keamanan komputer (security) yang dianggap lebih handal.Menurut Hendra Kusumawidjaja, Direktur Enterprise Services Group Microsoft Indonesia, perkembangan Open Source hanya bagian dari kompetisi seperti halnya kompetisi dari sistem operasi lainnya. "Dalam bisnis, kompetisi itu biasa," ujarnya setelah updating Microsoft Server Security di Hotel J.W. Marriot, Jakarta, Rabu (06/04/2005). Salah satu langkah yang telah diambil Microsoft untuk memperbaiki keamanan software adalah membuat siklus patch bulanan. "Kami mampu menghadirkan 100 persen patch kelemahan yang ada, vendor lain mungkin hanya 70 persen," papar Hendra. Di arena server, Microsoft juga telah melansir service pack 1 untuk Windows Server 2003. "Di seluruh dunia, Windows Server 2003 SP 1 sudah didownload lebih dari 81 ribu kali," ujar Arif Darmawan, Server Product Manager Microsoft Indonesia. Versi terbaru tersebut, ujar Hendra, akan memiliki banyak perbaikan fitur keamanan. Salah satunya adalah sistem role based server. Artinya, setiap server hanya akan mengaktifkan port (jalur komunikasi) dan fitur yang dibutuhkan sesuai fungsi server tersebut. Pemilihan peran server itu dilakukan saat instalasi. WUS dan MPASHendra juga mengungkapkan, saat ini Microsoft sedang menggodok sistem Windows Update Service (WUS). Sistem tersebut diharapkan bisa menghadirkan update Windows secara lebih mudah dalam sebuah perusahaan.Untuk mengadopsi WUS, sebuah perusahaan harus memiliki satu server yang berfungsi sebagai server WUS. Nantinya, update untuk semua komputer desktop dan server di perusahaan itu dilakukan melalui server WUS. Selain itu, Microsoft juga menawarkan dukungan teknis bagi perusahaan menengah dan kecil yang menerapkan solusi Microsoft lewat perantara rekanan. Dukungan tersebut dirangkum dalam layanan bernama Microsoft Partner Advantage Support (MPAS). MPAS, ujar Hendra, memungkinkan perusahaan menengah untuk mendapatkan dukungan teknis yang diperlukan. Baik dalam hal operasional sehari-hari dan implementasi teknologi terbaru. Microsoft merangkul beberapa rekanan untuk menghadirkan MPAS di Indonesia. Rekanan tersebut adalah Asaba Computer, Multipolar, Mitra Integrasi Informatika dan Mastersystem Infotama. (rouzni/)





Hide Ads