Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Yang Baru Dari Sony
Jual-Beli Karakter Game di Pasar Virtual
Yang Baru Dari Sony

Jual-Beli Karakter Game di Pasar Virtual


- detikInet

Jakarta - Sony kini ikut berkecimpung di bisnis virtual yang sempat ditentangnya. Perusahaan elektronik asal Jepang ini akan menggelar arena jual-beli produk-produk virtual untuk para pecinta game.Pasar buatan Sony ini dinamai Sony Station Exchange. Seperti dilansir BBCNews, dan dikutip detikinet Minggu, (23/4/2005), aktivitas jual-beli akan dimulai akhir Juni ini. Pasar virtual ini memungkinkan para pecinta game untuk bertransaksi karakter game beserta pernak-perniknya, antar pemain game EverQuest.Awalnya, pasar on-line ini diperuntukkan khusus untuk para pemain EverQuest II, sequel game EverQuest, yang dirilis akhir 2004 lalu. Dalam game ini, pemain diberi kesempatan untuk menngendalikan berbagai karakter di dunia maya Norrath.Karakter-karakter yang ada bisa berupa pendekar, pemuka agama, atau tukang tenung. Setelah melewati berbagai pertarungan, mareka bisa jadi makin berpengalaman dan makin ahli. Hal lain, game ini juga memiliki mata uang sendiri dan kekuatan magis yang digunakan oleh karakter-karakter, untuk menjadikan mereka lebih kuat.Bisnis yang MenggiurkanLangkah Sony membuka pasar karakter game ini, bisa dibilang menggebrak, mengingat Sony sudah berjuang dalam 6 tahun terakhir, untuk menghentikan perdagangan produk dan karakter game.Namun Sony membantah, dan mengatakan bahwa langkah itu diambil semata-mata untuk membantu mematikan perdagangan gelap piranti game. Selain berusaha menghentikkan bisnis jual-beli itu, perusahaan juga menuntut beberapa situs dagang pernak-pernik game terkait.Saat ini, mata uang, artefak dan karakter-karakter game dijual secara on-line di situs eBay. Walau tersedia juga di situs-situs khusus lainnya. Rupanya dunia perdagangan virtual karakter game tidak main-main. Di pasar global, bisnis ini dapat menghasilkan US$800 juta (Rp 8 trilyun). 20 persen dari jumlah tersebut dimiliki EverQuest.Keuntungan pun tak hanya berpihak pada produsen. Banyak pemain game merasa diuntungkan dengan adanya perdagangan ini. Pasalnya, daripada harus mulai dari bawah - membangun karakter lemah jadi kuat - lebih baik langsung beli karakter jagoan.John Smedley, Presiden Sony Online Entertainment, kembali menegaskan, pasar game-nya akan melindungi konsumen dari kerugian, karena maraknya penjualan pernak-pernik game palsu secara on-line di situs lain. Station Exchange sendiri bertindak sebagai perpanjangan tangan Sony. "Badan ini yang akan menjalankan aktivitas jual-beli perangkat game. Sony tidak pernah merencanakan untuk menjualnya sendiri," ujar Smedley.Keyakinan Sony untuk mengubah kebijakan anti jual-beli pernak-pernik game didasari oleh hasil riset. Riset melaporkan, para pemain game tidak keberatan akan aktivitas jual-beli pernak-pernik game. Bahkan banyak dari mereka turut serta di dalamnya.Sony saat ini, bahkan berencana untuk membangun server baru untuk EverQuest II yang memungkinkan pemain dapat bertukar item, karakter, maupun mata uang game tersebut. Dr. Edward Castranova, Profesor Indiana University dan pengamat game economics mengatakan, "Saya pikir ini bisnis yang sangat cerdas. Dan berdampak bagus untuk game dan pemainnya." (wicak/)





Hide Ads