Kriminalitas Melonjak
Demam iPod Bawa Sengsara
- detikInet
Jakarta -
Demam iPod rupanya membawa sengsara. Pasalnya, demam ini berujung pada maraknya pencurian alat itu di stasiun bawah tanah, New York, Amerika Serikat.Menurut kepolisian New York, hingga saat ini sudah 50 kasus yang dilaporkan. Padahal tahun lalu, pada periode yang sama, hal ini tidak terjadi. Kasus lain yang terkait adalah kenaikan kasus pencurian ponsel. Semakin parah! Naik dari 82 kasus tahun lalu menjadi 165 kasus tahun ini. Disinyalir motif para pencuri perangkat musik canggih iPod ini adalah untuk kemudian dijual lagi. Tidak heran, karena harga jualnya cukup lumayan, mulai dari US$100 hingga US$500 (Rp 958 ribu hingga Rp 4.8 juta).Mengenai karakter para penjarah gadget, Komisaris Polisi Raymond Kelly menjelaskan, " Biasanya pencurinya adalah anak-anak muda yang mencuri dari teman sebayanya juga." Demikian seperti dilansir Associated Press, dan dikutip detikinet Jumat (29/4/2005).Orang-orang yang menarik perhatian para penjarah iPod ini adalah mereka yang terlihat mengaitkan earphone iPod yang khas --berwarna putih-- itu di telinga. Untuk mencegah perampasan situs pengguna iPod menyarankan para pemakai agar menyamarkan earphone yang digunakan. Misalnya, earphone asli diganti dengan earphone lain yang terlihat lebih murah.Hal ini untuk sedikit membantu menurunkan angka kejahatan pencurian di kawasan stasiun bawah tanah yang rata-rata per harinya ada 9 sampai 10 kasus yang dilaporkan. Walaupun begitu, Kelly membela diri, angka tersebut masih dibilang 'rendah' disebabkan adanya usaha dari Kepolisian New York untuk menambah patroli keamanan di kawasan rawan pencurian iPod itu.
(wicak/)