Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kirim Video Berita dari Daerah Terpencil
PSN: G-Wave 'Perkecil' Indonesia
Kirim Video Berita dari Daerah Terpencil

PSN: G-Wave 'Perkecil' Indonesia


- detikInet

Jakarta - Perusahaan satelit Pasifik Satelit Nusantara (PSN) memperkenalkan G-Wave, terminal modem satelit portable berkecepatan tinggi berbasis internet protocol (IP). Perangkat yang memungkinkan instant broadcasting ini, diharapkan bisa 'memperkecil' luasnya Indonesia."Kami berusaha 'memperkecil' luasnya Indonesia dengan mempermudah komunikasi dan penyebaran informasi. Dengan layanan G-Wave, berita dan informasi dari daerah terpencil dapat segera dikirim dan disebarluaskan lengkap dengan gambar bergeraknya," kata Rian Alisjahbana, Direktur Operasi PSN, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikinet, Sabtu (18/6/2005).Makin ketatnya persaingan di dunia broadcasting, menuntut stasiun-stasiun televisi untuk meyajikan pemberitaan dengan lebih cepat. Tuntutan akan instant broadcasting yang makin tinggi, secara bersamaan meningkatkan kebutuhan akan peralatan yang mampu menghasilkan instant broadcasting.Melalui G-Wave, PSN mencoba menghadirkan solusi bagi kebutuhan ini. Pengadaan perangkat ini mulai dirilis lebih dari 1 tahun yang lalu. Di awal pengembangannya, PSN dan SCTV telah mencobanya dalam bentuk pre-commercial services. G-Wave yang berfungsi sebagai perangkat Satellite News Gathering (SNG), memungkinkan media televisi untuk mengirimkan gambarnya langsung dari seluruh daerah di Indonesia tanpa terkecuali, termasuk melakukan live video streaming. "Hal ini memungkinkan karena sistem G-Wave didukung oleh Satelit Garuda I dengan cakupan Asia yang terhubung dengan stasiun bumi PSN di Jakarta," kata Rian.Dikatakannya juga, peran G-Wave di awal keberadaanya sudah terbukti dengan gambar video yang dikirimkan pada masa bencana alam di Aceh dan pada kasus blok Ambalat, langsung dari lokasi.Menurut Hilman A. Rasyid, Product Manager yang menangani G-Wave, G-Wave ditargetkan untuk dapat digunakan oleh semua stasiun televisi sebagai solusi utama pengiriman gambar video dari berbagai daerah. "Meskipun G-Wave tidak sepenuhnya menggantikan fungsi OB Van, tetapi produk ini praktis menggantikan teknologi lain yang biasa dipakai oleh operator TV Internasional seperti CNN dengan biaya yang jauh lebih ekonomis," paparnya.G-Wave yang mampu mengirimkan data hingga 256 Kbps, dapat pula diaplikasikan sebagai remote data access, remote web browsing, video conference, file transfer dan akses e-mail. Karena itu, Hilman menambahkan, G-Wave juga ditargetkan untuk meraih pasar di kalangan korporat yang beroperasi di berbagai daerah seperti perusahaan-perusahaan pertambangan, kehutanan dan sebagainya.G-Wave memiliki dimensi 14 cm x 41.5 cm x 29 cm dengan berat total 7 Kg. Dengan kehadiran perangkat ini, Rian Alisjahbana optimis wajah pemberitaan televisi di Indonesia akan berubah karena pengiriman video bukan lagi merupakan suatu hal yang sulit dilakukan oleh para jurnalis televisi, meskipun mereka berada di daerah terpencil. (donnybu/)







Hide Ads