Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kemampuan meningkat
Adobe Siap Hadapi Microsoft
Kemampuan meningkat

Adobe Siap Hadapi Microsoft


- detikInet

Jakarta - Adobe System Inc., perusahaan pembuat program Acrobat dan Photoshop, mengatakan pihaknya telah meraih peningkatan laba pada kuartal kedua tahun ini. Kenaikan tersebut disinyalir sebesar 37 persen. Software-nya laris? Pembuat teknologi portable document format (PDF) ini pun menngumumkan prestasinya itu kepada publik secara rinci. Keuntungan yang diraih pada kuartal kedua tahun fiskal sebanyak US$149,8 juta (Rp 1,5 triliun) dengan harga saham sebesar 29 sen per lembar (Rp 3.000). Bandingkan dengan perolehan keuntungan Adobe pada periode yang sama di tahun 2004 , yang mencapai US$109,4 juta (Rp 1 triliun) dengan harga saham 22 sen per lembar (Rp 2.000). Sementara di kuartal pertama yang berakhir 3 Juni 2005, keuntungan yang diperoleh adalah sebesar US$496 juta (Rp 5 triliun). Naik 21 persen dari perolehan tahun lalu yang mencapai US$410 juta (Rp 4 triliun). "Kami sangat gembira dengan kemajuan bisnis ini. Selama 8 periode kuartal secara beruntun kami melihat angka yang terus mengganda," tutur CEO Adobe, Bruce Chizen, seperti dilansir Associated Press dan dikutip detikinet Sabtu (18/6/2005). Untuk kuartal ketiga yang akan datang, Adobe meramalkan akan memperoleh keuntungan sebesar US$490 juta (Rp 4,7 triliun) dengan harga saham 27 sen (Rp 2.600) per lembar.Sebagai informasi, April lalu Adobe telah mengumumkan akan membeli saham perusahaan penghasil software animasi, Macromedia Corp., senilai US$3,4 miliar (Rp 33 triliun). Namun hingga kini masih tertunda dikarenakan Macromedia masih ingin menghitung-hitung pendapatannya lagi selama 6 tahun. Kubu aliansi Macromedia dan Adobe dibentuk dengan tujuan untuk menghadapi Microsoft Corp. Pasalnya, Microsoft disinyalir tengah mengembangkan software yang mirip dengan produk andalan Adobe--Photoshop dan illustrator imaging software. Adobe yakin bahwa bisnisnya akan memimpin pasar sekiranya sampai 10 tahun mendatang, mengingat akan banyak pengguna yang memanfaatkan software keluarannya, serta akan banyak mitra bisnis yang mengajak bekerjasama. Meski begitu Chizen mengatakan, dirinya sempat pesimis juga akan kebesaran Microsoft yang menggaung-gaung selama ini. "Dengan kemampuan Microsoft yang seperti tidak ada habis-habisnya. Belum lagi keuntungan sebesar US$40 miliar (Rp 385 triliun), tidak dapat dibiarkan begitu saja," tandasnya tegas. Tapi kini, Adobe merasa lebih enakan karena tahu kemampuannya kian meningkat demi menghadapi persaingan dengan Microsoft (ketepi/)







Hide Ads