Kapasitas Besar di iPod Rawan Penyalahgunaan
- detikInet
Jakarta -
iPod selalu menaikkan kapasitas penyimpanannya. Seperti pisau bermata dua, banyak orang yang diuntungkan, tapi tak sedikit juga yang menyalahgunakannya.Kreatifitas yang negatif. Bisa dibilang itu yang dilakukan para pelaku penyalahgunaan perangkat musik digital keluaran Apple Coputer, iPod. Sejumlah kasus telah terjadi, di mana alat ini telah dijadikan alat pencuri data. Kapasitasnya yang mencapai angka Gigabyte, memungkinkan piranti musik yang sedang in ini untuk disalahgunakan. Piranti ini ternyata telah digunakan untuk men-download informasi penting perusahaan sebanyak-banyaknya. Oleh pelaku kecurangan itu, informasi curian tersebut bisa saja dijual kepada rival perusahaan korban atau mungkin untuk kepentingan pribadi.Paul Carratu, Presiden Association of Certified Fraud Examiners mengatakan, telah terjadi beberapa kasus yang melibatkan iPod, dan ini perlu diwaspadai. Menurutnya, para 'majikan' biasanya tidak ambil pusing dan menganggap hal tersebut wajar ketika pegawainya menancapkan iPod ke komputer kerja. "Padahal bisa saja mereka berbuat hal yang merugikan perusahaan," kata Carratu seperti dilansir CNET News.com Jumat (17/6/2005). "iPod bukan barang baru, tapi banyak perusahaan yang belum tahu apa saja yang bisa dilakukan dengan alat itu," tambahnya. Para ahli pendeteksi kecurangan tersebut memperingatkan bahwa iPod serta perangkat musik lain yang mempunyai media penyimpanan sampai 20 GB, dapat digunakan dalam artian luas oleh pegawai untuk mengelabui staf yang bertanggung jawab atas keamanan data. Salah satu kasus yang ditemukan oleh agen pencari kerja juga berkaitan dengan penyalahgunaan iPod. Database sang klien ditemukan telah disalin di memori iPod. Konon diketahui tujuan mengkopi data tersebut untuk mencurangi perusahaan. Seperti yang juga pernah dialami Carratu dalam suatu persidangan yang dihadirinya, dia menyaksikan sendiri temuan data sang 'majikan' yang hilang ditemukan di iPod mantan pegawainya. Kasus penyalahgunaan iPod ini bisa dibilang faktor kelalaian manusia semata. Teknologi memang seperti pisau bermata dua.
(ketepi/)