Jumat, 22 Des 2017 18:50 WIB

iPhone X Ternyata Hasil Keroyokan 200 Pemasok di 11 Negara

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta -
Meski didesain di Cupertino, Amerika Serikat, Apple nyatanya memasok komponen pembuatan iPhone X dari berbagai negara. Total bersumber dari 11 negara.

Maka jangan heran, apabila cita rasa iPhone yang dipasarkan, khususnya iPhone X, tidak lagi murni hasil tangan perakitan di Amerika Serikat, melainkan sudah miliki aroma Asia.

Dikutip detikINET dari Nikkei, Jumat (22/12/2017), dari 200 pemasok iPhone, hampir 70% di antaranya berasal dari Asia yang di mana Taiwan sebagai jawara pemasok produk andalan Apple itu.

Total kesebelas negara itu adalah Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Austria, Swiss, China, Swiss, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Arab Saudi.

iPhone Saat Ini Komponen Terbesarnya Dari Asia Loh, Siapa Saja?Foto: Nikkei
Komponen dari Taiwan untuk iPhone ini, terdiri dari chips, camera lenses, metal casings, printing, packaging, paper, dan major assemblers.

Setelah itu, baru Apple menerima pasokan terbesar kedua di dalam negerinya sendiri, seperti untuk memenuhi kebutuhan high-end materials dan chip design. Lalu, diposisi ketiga ditempati Jepang dengan komponen yang disuplai: display panels, image sensors, display components, serta high-end materials.

Kemudian secara berurutan penyumbang komponen terbesar untuk iPhone pada tahun 2017 ini, yakni ditempati China, Swiss, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Arab Saudi.

iPhone Saat Ini Komponen Terbesarnya Dari Asia Loh, Siapa Saja?Foto: Nikkei


Dominannya pemasok komponen iPhone dari Asia ini karena untuk memenuhi permintaan selama dekade terakhir di kawasan Asia yang begitu pesat. Bahkan mitra Apple untuk perakitan iPhone di China, Foxconn setidaknya mempekerjakan satu juta orang dalam proses perakitan perangkat.

Dituliskan Nikkei, salah satu faktor kesuksesan iPhone mengenai tenaga kerja di China yang upahnya relatif murah. Itu memberi dampak terhadap pembuatan gadget canggih sesuai jadwal yang diminta Apple.

Disayangkan, isu ketenagakerjaan menjadi persoalan di Foxconn dalam beberapa tahun terakhir. Rentetan kasus pegawai yang meninggal, bunuh diri, hingga kondisi kerja yang padat membuat Apple bertindak untuk memperketat praktik kerja di tempat pemasoknya dan membatasi waktu lembur.

Sementara Foxconn menaikkan gaji, memasang pusat perawatan yang dikelola oleh profesional medis dan konselor dan membiarkan karyawan China memilih rumah mereka sendiri daripada tinggal di asrama perusahaan.
(agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed