Dalam gugatan yang didaftarkan di Pengadilan California tersebut disebutkan Apple melanggar kontrak yang mengatur penggunaan software milik Qualcomm. Software tersebut dibutuhkan untuk membuat chip Qualcomm bisa berkomunikasi dengan komponen lain di ponsel.
Menurut Qualcomm, Apple gagal melindungi software miliknya dan tak membolehkan Qualcomm untuk mengaudit bagaimana cara Apple mengurus software tersebut. Hal tersebut menurut Qualcomm sebenarnya sudah tertuang dalam kontrak antara mereka dan Apple.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan ini muncul beberapa hari setelah muncul informasi soal Apple tak akan menggunakan komponen dari Qualcomm untuk iPhone dan iPad yang akan dirilis pada 2018 mendatang, demikian dikutip detikINET dari Bloomberg, Jumat (3/11/2017).
Jika hal ini benar terjadi, Qualcomm akan kehilangan pemasukannya sebesar 7,5%. Namun rencana Apple tersebut saat ini disebut masih dalam tahap awal, dan masih bisa berubah.
Gugatan ini menambah panjang daftar perselisihan antara Apple dan Qualcomm di meja hijau. Sebelum ini ada gugatan terkait biaya lisensi Qualcomm yang disebut terlalu tinggi, yang disebut Apple sangat tidak adil. (asj/fyk)