Dikutip detikINET dari South China Morning Post, Senin (2/10/2017), Qin Tao, Kepala Departemen Inovasi Xiaomi, berkunjung ke Zhengzhou University dalam rangka perekrutan pegawai. Kunjungan itu berbuntut panjang karena Tao dinilai mengucapkan hal tidak patut.
Seorang mahasiswi yang mengambil jurusan bahasa Jepang berkisah melalui media sosial Weibo, bahwa lowongan posisi marketing di Xiaomi tak menyebut syarat bidang studi. Nah, Tao menjawab mahasiswa yang belajar soal Jepang tidak akan diterima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kamu mahasiswa yang mengambil jurusan Jepang, maka kalian bisa pergi sekarang atau aku menyarankan kalian bekerja saja di industri film," tambahnya.
Kuat dugaan film dimaksud mengarah ke pornografi karena Jepang lumayan terkenal dengan industri film dewasa. Lin Min, sang mahasiswi dan teman-temannya langsung meninggalkan tempat tersebut karena merasa tersinggung.
Cerita soal insiden ini langsung menyebar di dunia maya dan kebanyakan netizen setempat melayangkan kecaman. Tak sedikit yang meminta Tao dipecat saja.
Pihak Xiaomi pun akhirnya angkat bicara. Mereka mengatakan telah mengenakan sanksi pada Tao dan yang bersangkutan juga telah meminta maaf pada para mahasiswa.
"Kami sangat mengutuk sikap diskriminatif pada negara manapun," sebut Xiaomi. Mereka berjanji kejadian serupa tak akan terulang lagi. (fyk/fyk)