Senin, 25 Sep 2017 10:08 WIB

'Leluhur' Android Punya RAM 192 MB Kini Sudah 8 GB!

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Perkembangan teknologi smartphone memang sangat cepat. Contohnya saja, kini sudah jamak ponsel cerdas dengan RAM 6 GB. Bahkan OnePlus 5 mengusung RAM 8 GB. Padahal handset Android pertama hanya memiliki RAM 192 MB! Artinya, sudah meningkat berkali-kali lipat.

Bagi yang belum tahu, ponsel pertama Android adalah HTC G1 atau sering juga disebut HTC Dream. Ia diperkenalkan pertama kali sekitar 9 tahun lalu, tepatnya pada awal tahun 2008 dan dijual menjelang akhir tahun itu.

Memang kalau orang sekarang melihat speknya, HTC G1 tampak memprihatinkan. Selain RAM yang hanya 192 MB, prosesor Qualcomm MSM7201A yang diusungnya cuma punya clock speed 528 MHz. Kemudian memori internalnya 256 MB. Kalau kamera hanya 3,15 megapixel.

Tapi ya di zaman itu, spek HTC Dream sudah termasuk tinggi. Handset Android high end yang keluar setelahnya speknya pun tidak jauh berbeda. Setahun kemudian, barulah spek meningkat. Sebut saja ada Galaxy Spica yang keluar tahun 2009 dengan RAM 256 MB.
'Leluhur' Android Punya RAM 192 MB Kini Sudah 8 GB!OnePlus 5. Foto: Getty Images

Seiring berjalannya waktu, kapasitas RAM di handset Android terus meningkat. Terutama ya di ponsel flagship. Handset Galaxy S yang mengawali kejayaan Samsung, keluar di tahun 2010 dengan RAM 512 MB.

Begitulah, dari tahun ke tahun, RAM di Android terus meningkat, bahkan menyaingi PC. Mungkin ada pertanyaan, kenapa kapasitas RAM Android terus meningkat? Ada beberapa penjelasan tapi muaranya adalah agar user merasakan pengalaman memakai ponsel dengan lebih baik.

"Android adalah sistem yang berekpansi ke RAM yang tersedia. Artinya, makin banyak RAM, makin tinggi performanya dan kian banyak aplikasi bisa diparkir di proses background. Anda mungkin menjumpai meski tidak melakukan sesuatu, sebuah ponsel Android umumnya menggunakan sedikitnya 60% dari total RAM yang tersedia," tulis Trusted Reviews.

"Kalau iPhone memang beda. Alasannya iOS lebih ketat soal apa yang bisa dilakukan aplikasi pihak ketiga jika tidak digunakan secara aktif. Mereka tidak disimpan di memori iPhone dengan cara yang sama seperti aplikasi Android," jelas Trusted Reviews. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed