Hal tersebut diungkap Peter Wang, Brand Director Vivo Mobile Indonesia saat berbincang usai mengenalkan ponsel barunya di Bandung, Senin sore (17/4/2017).
Dia mengatakan, pusat riset Vivo di Indonesia akan menjadi yang ke delapan di dunia. Sebelumnya, mereka telah membuka pusat riset di sejumlah negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Saat ditanya apakah pemilihan pusat riset di Indonesia lantaran mengikuti Apple? Peter tegas menampik dugaan tersebut. Ia pun lantas mengungkap alasannya.
Dia mengatakan pihaknya melihat bahwa Indonesia memiliki potensi yang cukup besar. Saking besarnya, Vivo menempatkan posisi Indonesia setelah China, Amerika Serikat dan India.
"Kenapa Apple mau membangun pusat riset di sini ya karena potensi di sini besar. Indonesia akan menjadi pusat Asia Tenggara," kata Petter.
Sayangnya dia tidak mengungkap kapan rencana Vivo untuk merealisasikan rencana membuka pusat risetnya di Indonesia. Tapi ia memastikan lokasi pusat riset tersebut.
"Kami akan membukanya di Jakarta," pungkas pria berkacamata itu.
(rns/rns)
