Motorola sendiri sebenarnya tak ingin muluk-muluk dalam menerapkan target penjualan Moto M, karena mereka masih memfokuskan diri untuk meningkatkan brand awareness terhadap Motorola, yang sempat hilang dari Indonesia. Namun sebenarnya Moto M punya daya pikat sendiri bagi konsumen.
Sebenarnya ada dua hal sederhana yang ditawarkan oleh Moto M, yaitu desain yang stylish, performa yang kencang namun dengan harga yang masih masuk ke dalam kategori ponsel kelas menengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara performanya tentu terjaga, dengan penggunaan prosesor Helio P15 octa core dengan clock speed 2,2 GHz, yang dipasangkan dengan RAM 4 GB dan storage 32 GB. Namun spek saja tentu tak cukup untuk memberikan performa yang tinggi, terutama dalam hal multi tasking.
Hal ini juga dibantu dengan penggunaan sistem operasi Android yang polos tanpa modifikasi apa pun dari segi tampilan. Jika dibanding dengan Android lain yang tampilannya sudah dimodifikasi, OS Android polosan tentu akan lebih kencang.
Meski tak punya sertifikasi IP untuk tahan air atau pun tahan debu, Motorola melengkapi Moto M dengan water repellent nano-coating, yang membuatnya tahan percikan air, bahkan saat dipakai hujan-hujanan. (asj/rou)