Seperti diketahui, QLED merupakan pengembangan dari Quantum Dot. Teknologi ini sebelumnya telah diperkenalkan pertama kali di ajang CES 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat sebagai penantang teknologi WOLED.
"Konten-konten untuk televisi sekarang semuanya bergerak ke arah gambar dengan kualitas HDR ataupun 4K, karena itu Samsung terus mencari cara agar TV dapat menampilkan konten-konten, hingga yang gambar HDR dapat dihasilkan bisa lebih maksimal lagi," ujar Martin Kim, Engineer Samsung TV R&D Team saat seminar di acara Samsung Forum 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Samsung |
Kim mendemokan bagaimana perbandingan warna gambar antara QLED dengan WOLED, di mana ketika kecerahan ditingkatkan, warna QLED diklaim semakin tajam dan terang, berbeda dengan WOLED yang warnanya semakin memudar.
Meski memiliki tampilan warna dengan kecerahan yang tinggi, Kim mengatakan hal tersebut tidak akan membuat mata penonton sakit karena QLED TV sudah dibenamkan sensor otomatis yang menyesuaikan kondisi cahaya lingkungan, bahkan kondisi dalam konten yang sedang ditonton.
"QLED TV memiliki sensor yang memungkinkan TV tersebut menyesuaikan brightness dan kontras yang dipengaruhi dengan pencahayaan yang ada di sekitar TV saat itu, maupun dipengaruhi konten yang sedang ditonton," jelas Martin Kim.
Selain pengembangan teknologi QLED TV, perangkat tambahan seperti remote juga dibuat pintar yang dinamai Samsung Smart Remote di mana pengguna tak perlu repot memencet tombol untuk menonton di channel yang diinginkan. Tinggal bicara menggunakan perintah suara, maka channel akan langsung terganti. (jsn/rns)
Foto: Samsung