Sabtu, 19 Nov 2016 17:33 WIB

InFocus Pede Jual Tablet Raksasa Rp 650 Juta

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. InFocus
Jakarta - Artapala Telekomindo, distributor resmi produk InFocus, menargetkan 400 unit varian baru interactive display bisa terserap pasar di Indonesia sepanjang 2017 mendatang.

Dua varian baru interactive display itu, Mondopad dan JTouch, diperkenalkan oleh Sutejo, Vice President PT Artapala Telekomindo. Ia mengatakan, dua varian tersebut dipasarkan untuk segmen berbeda.

Seperti dijelaskan dalam keterangannya, Sabtu (19/11/2016), produk Mondopad dipasarkan untuk segmen government dan enterprise, sementara JTouch untuk segmen edukasi.

"Dengan produk terbaru ini, kami bisa buat meeting room milik custumer bisa lebih efektif, dan smart. Tidak perlu banyak peralatan lagi, cukup satu alat untuk banyak kegunaan," ungkap Sutejo.

Kedua produk tersebut dibanderol dengan kisaran harga Rp50 juta hingga Rp 650 juta per unit, tergantung ukurannya. Ukuran yang tersedia yaitu antara 40 inch hingga 85 inch.

Foto: dok. InFocus

Mondopad adalah tablet ukuran besar yang mengkolaborasikan sistem untuk video conference, whiteboarding, data sharing, browsing, dan fungsi lainnya untuk presentasi. Bedanya dengan JTouch, salah satunya adalah pada fungsi video conference.

Produk Mondopad sendiri, kata Sutejo, sudah dipasarkan sejak 2012 lalu. Tahun ini saja, sekitar 100 unit produk tersebut sudah terserap pasar Indonesia. Produk ini bisa terkoneksi nirkabel dengan smartphone Android, iOS, desktop maupun laptop.

Teknologi terbaru produk ini di antaranya layar dengan resolusi 4K untuk menghasilkan gambar lebih detail dan lebih mendalam. "Prosesornya juga lebih tinggi, menggunakan Intel Core i7-6700. Produk ini juga sudah mengadopsi teknologi smartphone untuk screen."

Selain kedua produk tersebut, InFocus juga menawarkan solusi giant all in one touch PC yang diberi nama BigTouch. Solusi ini bisa digunakan di ruang command center, maupun ruang publik lainnnya seperti di bandara.

Produk-produk InFocus itu telah memberi kontribusi dominan bagi Artapala. Meski seluruh produk tersebut masih di impor dari Amerika, sambung Sutejo, harga produk tersebut tidak terpengaruh naik turun nilai tukar rupiah.

"Kontribusi produk InFocus masih yang utama, sekitar 65% dari total pendapatan. Harga tidak terpengaruh fluktuasi rupiah, kecuali rentangnya jauh, karena setting harga penjualan produk ini sudah dalam rupiah, bukan menggunakan dolar," pungkasnya. (rou/rou)