Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Smartphone Sejutaan Tetap Idaman

Smartphone Sejutaan Tetap Idaman


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Smartphone makin canggih, dari harga murah sampai sangat mahal sekarang semua ada. Tapi selera konsumen di Indonesia dan juga di banyak negara lain belum berubah, smartphone harga sejutaan tetap idaman.

"Sekitar 40% smartphone yang terjual itu di rentang harga satu sampai dua jutaan. Yang di bawah harga sejutaan itu kisarannya sekitar 20%," sebut Hartadi Novianto, Head of Mass Smartphone Smartfren di Palembang, Jumat (18/11/2016).

Lebih lanjut mengutip data dari biro riset Gfk, pada tahun ini diperkirakan ada 29 juta ponsel akan terjual di Indonesia. Pertumbuhan penjualan besar akan dialami oleh smartphone yang mendukung konektivitas 4G. Sedangkan penjualan feature phone terus mengalami penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartadi pun mengklaim kesuksesan penjualan handset Andromax dari Smartfren. Tahun 2015 menurut Gfk, ada 400 ribu Andromax terjual. Dan di tahun 2016 sejauh ini, menurutnya sudah laku 1,7 juta unit Andromax.

"Yang paling laku itu adalah model Andromax A," tutur dia. Dengan harga hanya Rp 600 ribuan, Andromax A rupanya berhasil memikat konsumen.

Tahun depan, Hartadi menuturkan kalau Smartfren akan meluncurkan sekitar 10 handset Andromax model baru. Semuanya mendukung 4G dan support Volte atau voice over LTE.

"Kami akan tetap fokus menggarap di segmen harga 2 juta ke bawah. Tetap mengupayakan handset spek terkini dengan harga terjangkau dan bundling menarik," lanjut Hartadi.

Kerja sama dengan vendor untuk memasarkan handset open market juga terus berlanjut. Antara lain dengan HiSense, Samsung sampai Lenovo. Dia juga tidak risau pangsa pasar Smartfren di jagat smartphone tergerus oleh berbagai vendor yang bermain di rentang harga sama.

"Para brand global ini memang juga mulai banyak menghadirkan handset murah. Mereka bukan ancaman karena kita kan operator, kita saling melengkapi," tutur Hartadi.

Smartfren pun terus giat membujuk para pelanggan agar segera migrasi ke jaringan 4G dari CDMA. Banyak penawaran mereka lakukan, dari menggratiskan handset dan pelanggan hanya perlu membeli akses data, sampai diskon untuk pelanggan yang loyal.

Di sisi lain, Hartadi juga mengklaim penjualan modem MiFi mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Menguasai sekitar 70% pangsa pasar.

"Tahun 2015 lalu, MiFi terjual 200 ribu unit. Sedangkan di tahun 2016 sampai saat ini sudah terjual 1,8 juta unit," tambah dia.

Hartadi optimistis MiFi akan terus diminati. Terlebih potensi pasarnya sangat besar, dari pengguna smartphone, laptop dan tablet. (fyk/rou)







Hide Ads