Samsung sendiri sebenarnya sudah meminta konsumen Note 7 untuk segera menukarkan perangkat miliknya dengan ponsel Samsung lainnya, atau melakukan refund. Namun nyatanya cukup banyak konsumen Note 7 yang lebih memilih menyimpan perangkatnya itu.
Tak ingin kejadian tak diinginkan menimpa konsumen loyalnya, Samsung lantas merilis update yang bisa mengantisipasi agar Note 7 tidak sampai terbakar ketika berada di tangan konsumen. Jadi fungsi update tersebut adalah untuk membatasi maksimum daya yang bisa disimpan Note 7.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun tujuan pembatasan penyimpanan daya di Note 7 ini dipastikan demi mencegah komponen baterainya mengalami kenaikan temperatur yang berpotensi terbakar.
Samsung resmi merilis update ini di Kanada, tapi negara tetangga Amerika Serikat itu bukan yang pertama kebagian. Beberapa waktu sebelumnya produsen Korea Selatan ini sudah lebih dulu merilisnya di daratan Australia.
Seperti detikINET kutip dari GSM Arena, Senin (7/11/2016), Samsung mengklaim persentase Note 7 yang sudah dikembalikan di Amerika Serikat telah mencapai 85% dari seluruh handset yang sudah terjual di sana. Berarti masih ada 15% pengguna yang ngeyel.
Namun tetap saja langkah antisipasi harus dilakukan, update yang berisi pembatasan ini menjadi cara Samsung menjaga fans Note 7 yang masih setia menggunakan. (yud/rou)