"Saat ini produksinya mencapai 100 ribu unit perbulan, dan fokus di Y55," ujar Kenny Chandra, Chief Marketing Officer Vivo Indonesia saat berbincang dengan detikINET di Jakarta, Rabu (3/11/2016).
Lebih lanjut Kenny menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan cara merekrut lebih banyak pegawai untuk bekerja di pabrik yang berlokasi di Cikupa, Tangerang, Banten tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini TKDN-nya 20%, namun tahun depan saat aturannya mewajibkan 30% kami akan penuhi," tambah Kenny, yang ditemui setelah acara penandatanganan kerja sama antara Vivo dan Erafone tersebut.
Nilai TKDN ponsel Vivo saat ini bisa dipenuhi dari proses perakitan dan sejumlah komponen buatan dalam negeri. Namun ke depannya, Kenny menyebut pihaknya akan menggandeng startup pembuat software, yang nantinya akan dibenamkan ke dalam ponsel Vivo.
Namun Kenny tak menjelaskan lebih lanjut startup mana yang akan digandeng. Ia hanya menjelaskan kalau mereka akan membuat software yang ada kaitannya dengan Vivo, contohnya software kamera. (asj/yud)