Perusahaan riset UBS baru saja merilis laporan survei mengenai penjualan iPhone 7. Mereka mensurvei 6.500 responden di lima negara.
Hasilnya, retention rate Apple atau kemungkinan konsumen seseorang untuk tetap menjadi pelanggan produknya di tahun berikutnya turun menjadi 75%. Padahal bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, masih mencapai 82%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketertarikan konsumen pada iPhone 7 memang tinggi. Tapi dari hasil survei memperlihatkan distribusi penjualan iPhone 7 lebih rendah ketimbang iPhone 6S tak lama setelah dirilis," kata Stephen Minullovich, analis UBS.
Pihak UBS mencatat permintaan iPhone 7 di China lebih rendah ketimbang di Amerika Serikat. Keinginan konsumen untuk membeli iPhone terbaru turun menjadi 43%.
Padahal pada iPhone 6S, keinginan konsumen untuk membeli mencapai 54%. Sedangkan iPhone 6 malah lebih tinggi lagi, yakni 64%.
Penurunan tersebut lantaran Apple makin kalah pamor dengan vendor-vendor lokal China, seperti Oppo, Xiaomi dan Huawei. Para vendor tersebut berhasil menawarkan produk yang lebih menarik, demikian dilansir dari Fortune, Kamis (3/11/2016). Oppo sendiri dalam laporan terbaru Counterpoint Research adalah vendor nomor satu di China, diikuti Vivo. (afr/fyk)