Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Penjualan iPhone 7 Lesu di Kandang Oppo

Penjualan iPhone 7 Lesu di Kandang Oppo


Adi Fida Rahman - detikInet

Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Dalam beberapa tahun belakang, penjualan iPhone di China cukup tinggi. Sayangnya hal tersebut mungkin tak berlanjut di iPhone 7.

Perusahaan riset UBS baru saja merilis laporan survei mengenai penjualan iPhone 7. Mereka mensurvei 6.500 responden di lima negara.

Hasilnya, retention rate Apple atau kemungkinan konsumen seseorang untuk tetap menjadi pelanggan produknya di tahun berikutnya turun menjadi 75%. Padahal bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, masih mencapai 82%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UBS menyebutkan kalau penjualan iPhone terbaru di China memang mengalami penurunan. Bahkan mencapai titik yang lebih rendah dari dua penerusnya.

"Ketertarikan konsumen pada iPhone 7 memang tinggi. Tapi dari hasil survei memperlihatkan distribusi penjualan iPhone 7 lebih rendah ketimbang iPhone 6S tak lama setelah dirilis," kata Stephen Minullovich, analis UBS.

Pihak UBS mencatat permintaan iPhone 7 di China lebih rendah ketimbang di Amerika Serikat. Keinginan konsumen untuk membeli iPhone terbaru turun menjadi 43%.

Padahal pada iPhone 6S, keinginan konsumen untuk membeli mencapai 54%. Sedangkan iPhone 6 malah lebih tinggi lagi, yakni 64%.

Penurunan tersebut lantaran Apple makin kalah pamor dengan vendor-vendor lokal China, seperti Oppo, Xiaomi dan Huawei. Para vendor tersebut berhasil menawarkan produk yang lebih menarik, demikian dilansir dari Fortune, Kamis (3/11/2016). Oppo sendiri dalam laporan terbaru Counterpoint Research adalah vendor nomor satu di China, diikuti Vivo. (afr/fyk)







Hide Ads