Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Hong Kong
Intel Menyerah, Qualcomm Tak Heran
Laporan dari Hong Kong

Intel Menyerah, Qualcomm Tak Heran


Adi Fida Rahman - detikInet

Shannedy Ong (Foto: adifida/detikcom)
Hong Kong - Intel telah menghentikan pengembangan prosesor Atom yang didesain untuk perangkat mobile. Keputusan tersebut rupanya tidak mengherankan bagi Qualcomm.

Pasar perangkat mobile memang terus mengalami peningkatan. Tapi untuk mendapatkan keuntungan perlu pengalaman dan sumber daya yang mumpuni.

"Bagi perusahaan semi konduktor yang paling penting adalah scale. Jika ada perusahaan yang tidak berpengalaman masuk ke bisnis ini kemungkinan akan sulit," kata Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia saat ditemui di sela-sela 4G/5G Summit 2016 yang berlangsung di Hong Kong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shannedy mengatakan, Qualcomm sudah memulai bisnis di industri mobile sudah lebih dari 30 tahun lalu. Selain itu tiap tahunnya, mereka menggelontorkan lebih dari USD 4 miliar untuk pengembangan.

"Dari sanalah kami menemukan sejumlah inovasi chipset dan lain-lain," kata bos Qualcomm Indonesia itu.

Dilanjutkan Shannedy, di industri mobile, teknologi wireless menjadi dasar utamanya. Qualcomm menurutnya sudah cukup kuat karena sudah cukup lama melakukan pengembangan.

Jadi secara scale, Qualcomm diklaim Shannedy sudah bagus. Jika dikombinasikan dengan teknologi lain akan semkain kuat.

"Kalau ada yang mau coba, tapi secara scale tidak ada, mereka tidak dapat catch up teknologi," tegasnya.

Seperti diketahui, pada Mei lalu analis bernama Patrick Moorhead merilis laporan soal strategi anyar Intel. Mereka akan melakukan perubahan besar-besaran dalam rencana system on a chip (SoC) Intel. Salah satu yang dilakukan adalah menyetop pengembangan produk berkode Broxton dan SoFIA, yang secara praktis artinya Intel meninggalkan pasar smartphone dan tablet.

Laporan Moorhead itu kemudian mendapat konfirmasi dari Intel. Keputusan Intel ini disebut sebagai perubahan terbesar dalam strategi mobile Intel sejak mereka membentuknya satu dekade lalu.

"Kami bisa mengkonfirmasi kalau perubahan ini mencakup penghentian platform Broxton juga SoFIA 3GX, SoFIA LTE dan SoFIA LTE2 yang membuat kami bisa mengalihkan sumber daya ke produk yang bisa memberikan pemasukan lebih besar dan mendukung strategi kami," tulis Intel dalam pernyataan resminya kala itu..

"Intel mengakselerasi transformasinya dari perusahaan PC menjadi sesuatu yang bisa memberi tenaga untuk cloud dan miliaran perangkat komputer pintar yang saling terhubung. Kami akan meningkatkan investasi kami untuk memberi tenaga ke pertumbuhan data center, IoT, memori dan bisnis FPGA, dan untuk meningkatkan bisnis PC dan mobile agar lebih menguntungkan," lanjut perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Langkah ini adalah lanjutan dari aksi Intel sebelumnya yang mengkonfirmasi akan akan melakukan aksi PHK besar-besaran. Sebanyak 12 ribu karyawan raksasa chip tersebut akan diberhentikan. (afr/ash)
TAGS







Hide Ads