Selasa, 06 Sep 2016 17:05 WIB

Acer Pamerkan 'Si Langsing' dan Notebook Gaming Layar Lengkung

Ardhi Suryadhi - detikInet
Acer Swift 7. Foto: Acer Acer Swift 7. Foto: Acer
Jakarta - Acer memboyong sederet produk untuk dipamerkan pada ajang IFA 2016 Berlin. Satu yang paling menarik perhatian adalah Swift 7 yang diklaim sebagai notebook paling ramping di dunia dengan ketebalan kurang dari 1 cm.

"Hadirnya deretan produk baru di IFA 2016 ini menunjukkan investasi yang dilakukan Acer di lini bisnis ini sangat signifikan, memungkinkan kami menghadirkan inovasi terbaru dan desain terkini dengan fitur terdepan yang memperbaharui peran PC – baik seri notebook dengan desain tipis, notebook konvertibel yang sangat mobile, notebook untuk pengalaman bermain gaming yang luar biasa, maupun headset VR yang memanjakan penggunanya," ujar Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia.

Swift 7 tampil menawan dengan bobot hanya 1,1 kg dan setipis 9,98 mm atau kurang dari 1 cm, menjadikannya sebagai notebook tertipis di dunia.
Komputer jinjing ini hadir dengan dukungan prosesor Intel Core i5 dan i7 generasi ke-7 Kaby Lake sehingga dapat meningkatkan performa productivity app dan browsing web yang lebih baik.

Selain berbodi tipis, notebook berlayar 13,3 inci (Full HD IPS, Gorilla Glass 4) ini ditunjang oleh chassis-nya yang berbahan aluminium unibody agar tidak ringkih.

Meskipun tipis dan ringan, Swift 7 yang memiliki kapasitas RAM 8 GB, SSD 256 GB, dual port USB 3.1 Type-C dan fingerprint scaaner ini memiliki daya tahan baterai hingga 9 jam.

Selain Switft 7, Acer juga memperkenalkan model lainnya yaitu Swift 1, Swift 3 & Swift 5. Termasuk Spin series, Chromebook R 13, notebook gaming Predator 21 X, serta headset Virtual Reality (VR) StarVR.

Spin Series Acer -- Spin 7, Spin 5, Spin 3 dan Spin 1 — merupakan notebook konvertibel yang telah dilengkapi dengan Windows 10, Continuum, dan engsel layar yang dapat diputar hingga 360 derajat sehingga dapat digunakan dalam berbagai fungsi. Mulai dari mode notebook, tablet, atau tenda yang memudahkan Anda melakukan presentasi atau menonton film.

Spin 7 diperkenalkan sebagai lini premiere dengan layar 14 inch dalam form factor 13 inch dan ketipisan 10.98 mm, Spin 5 dan Spin 3 hadir dengan menggabungkan performa dan tampilan layar Full HD IPS, SSD dan aksesori Active Pen (opsional), sedangkan Spin 1 merupakan notebook untuk kebutuhan pelajar.

Sementara Chromebook R 13 Acer diklaim sebagai Chromebook konvertibel pertama dengan layar 13,3 inch, dimana layarnya dapat diputar hingga 360 derajat.

Seperti halnya notebook konvertibel, Chromebook R 13 dapat digunakan dalam beberapa mode mulai dari notebook, display, tablet dan tenda. Chromebook R 13 dilengkapi layar sentuh Full HD berteknologi IPS resolusi 1920x1080 pixel dan teknologi LED-backlit.

Selain fitur-fitur lain khas Chromebook, Acer Chromebook R13 direncanakan dapat kemampuan menggunakan aplikasi Android dari Google Play Store.
Acer Predator 21X.

Di lini perangkat gaming Acer mendaulat Predator 21 X sebagai notebook gaming dengan layar lengkung pertama di dunia dengan ukuran 21 inci beresolusi 2560x1080 px.

Predator 21 X diperkuat prosesor terbaru Intel Core Generasi ke-7 Kaby Lake, dual NVIDIA GeForce GTX 1080 GPUs pada SLI dan menggunakan teknologi eye-tracking (pelacak pandangan mata) Tobii.

Dengan teknologi pelacak pandangan Tobii, Predator 21 X menyediakan banyak kelebihan saat bermain game. Salah satunya, gamer bisa menyasar target hanya dengan melihat ke arah objek yang disasar, sehingga tangan bisa bebas bergerak di antara keyboard dan mouse.

Notebook Predator 21 X menampilkan arsitektur sistem pendingin dengan 5 kipas pada sistem, dengan 3 di antaranya adalah logam AeroBlade untuk mengurangi suhu secara signifikan.

Selain Predator 21 X, Acer juga memperkenalkan generasi terbaru Predator 15 & 17, kartu grafis Nvidia GeForce GTX 1070, Windows 10 dan sistem arsitektur NVIDIA Pascal menjadikannya siap untuk teknologi Virtual Reality (VR).
StarVR.

Sedangkan di sektor Virtual Reality (VR), Acer dan Starbreeze menghadirkan headset StarVR yang dilengkapi dengan resolusi 5K dan field of view (FOV) selebar 210 derajat.

Headset StarVR dirancang oleh profesional dan ditujukan sebagai perangkat untuk pasar hiburan berbasis lokasi. Di IFA 2016, diumumkan bahwa kolaborasi antara Acer, Starbreeze, diperkuat dengan IMAX.

Kerja sama ini bertujuan mengajak pecinta film untuk dapat 'masuk' ke dalam film menggunakan headset VR sembari menonton film favorit mereka dalam theater IMAX. Proyek awal dari kerja sama ini akan dimulai di sejumlah kota pada akhir tahun ini di Amerika, dengan Los Angeles sebagai kota pertama. (ash/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed