Vebbyna Kaunang, GM Marketing Director Samsung Indonesia, tak menampik kalau Galaxy Note 7 versi RAM 6 GB memang eksis. Namun ketika ditanya peluangnya di Indonesia, Vebbyna mengatakan kebutuhan pengguna di Indonesia masih sangat mencukupi dengan RAM 4 GB.
"RAM 4 GB masih cukup untuk pengguna Indonesia, terutama untuk menjalankan fitur-fitur yang yang ada di Galaxy Note 7," kata Vebbyna, di sela-sela peluncuran Galaxy Note 7, di Hotel Mulia, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan kebutuhan masing-masing negara, (demi memenuhi) strategi yang dijalankan untuk tiap-tiap market," imbuhnya.
Kalau mengacu pada informasi yang beredar, Galaxy Note 6 versi RAM 6 GB hanya dibuat eksklusif untuk pasar China. Pasalnya di negeri tirai bambu itu tren ponsel dengan RAM 6 GB tengah naik daun, sehingga mau tak mau Samsung harus mengikutinya.
Strategi Samsung di tiap negara yang berbeda-beda juga menjadi alasan Indonesia kebagian versi Exynos. Namun menurut Denny Galant, Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Indonesia, baik versi prosesor Exynos 8890 dan Snapdragon 820 sejatinya punya performa yang tak jauh beda.
Dengan begitu, apapun versi Galaxy Note 7 yang dipakai, pengguna akan merasakan pengalaman yang sama. "Secara arsitektur sama, secara performa juga tak beda jauh. Sama-sama mendukung API vulkan, HDR, dan lain-lain (yang ada di Galaxy Note 7," pungkas Denny. (yud/rou)