Inti dari program ini adalah Apple akan memberi bayaran bagi setiap hacker yang bisa menemukan celah keamanan dalam produk buatannya. Sebelumnya, Apple belum pernah membuat program semacam ini, meski mereka tetap menerima informasi dari pihak ketiga soal celah-celah tersebut.
Jumlah uang yang ditawarkan oleh Apple dalam program ini bervariasi, sesuai dengan tingkat kesulitannya. Untuk kategori paling tinggi adalah celah keamanan yang melibatkan komponen keamanan firmware, yang dihargai USD 200 ribu, atau sekitar Rp 2,6 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program 'bug bounty' ini sudah sejak lama dilakukan oleh perusahaan teknologi lain seperti Google, Microsoft dan Facebook. Pada 2015 lalu, Google mengeluarkan lebih dari USD 2 juta untuk program ini, di mana kebanyakan celah keamanan yang ditemukan ada di Android.
Sementara pada 2016 ini ada Uber, Fiat Chrysler dan Dephan AS yang meluncurkan program 'bug bounty'. Apple bisa dibilang adalah perusahaan teknologi pertama yang baru melakukan program semacam ini, setelah sebelumnya hanya bergantung pada tim internalnya. (asj/ash)