Di kantor pusatnya di Shenzhen, Huawei memamerkan sejumlah hal yang terkait dengan konsep rumah pintar ini. Yaitu HiLink, LiteOS dan router pintar, yang menjadi inti dari platform rumah pintar besutan Huawei.
Pertama adalah HiLink, yang merupakan protokol komunikasi untuk rumah pintar yang terkoneksi. Menurut Wan Biao, President MBB & Home Device Product Line Huawei, HiLink ini layaknya sebuah protokol internet dalam dunia IoT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, untuk mengontrol jalur komunikasi antara perangkat HiLink dibutuhkan router khusus buatan Huawei, yang memang didesain untuk kegunaan semacam ini. Melalui router inilah perangkat-perangkat HiLink tersebut akan bisa terhubung ke layanan cloud milik Huawei, yang kemudian bisa dikontrol oleh penggunanya dari jarak jauh.
"Kami mendukung setiap pembuat peralatan elektronik rumah tangga yang ingin menggunakan protokol ini. Saat ini (di China) kami sudah menjalin kerja sama dengan banyak pembuat peralatan elektronik rumah tangga," ujar Biao.
Prototype konsep smarthome yang berada di kantor Huawei. |
Keunggulan protokol ini -- menurut Huawei -- adalah karena sistemnya terbuka untuk siapa saja. Sementara para kompetitornya cenderung menerapkan sistem yang tertutup, sehingga pilihan perangkatnya yang terbatas.
"Saat ini di pasar banyak pembuat peralatan elektronik rumah tangga. Namun mereka kebanyakan tak punya pengalaman di bidang telekomunikasi, koneksi dan kemampuan menyediakan layanan cloud. Jika pun mereka membuat sebuah standar, itu akan menjadi standar yang tertutup. Belum ada kompetitor itu yang mau bekerja sama dengan pembuat perangkat lain dengan protokol yang berbeda," tutup Biao.
Sayangnya, saat ini implementasi protokol HiLink masih berada dalam tahap pengembangan dengan mitra Huawei yang berbasis di China, dan belum ada informasi lebih lanjut mengenai penerapannya di luar Negeri Tirai Bambu tersebut. (asj/ash)
Prototype konsep smarthome yang berada di kantor Huawei.