"Ketika Anda melihat harga dari produk-produk kami, mereka memang semakin naik," sebut Hugo Barra, Vice President of International Xiaomi yang detikINET kutip dari South China Morning Post.
"Konsumen kami menginginkan produk premium dari kami, jadi kami memberikan smartphone dengan kualitas lebih tinggi dan komponen lebih premium," tambah mantan eksekutif Google itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menggalakkan penjualan, Xiaomi pun menempuh strategi baru. Misalnya membuka lebih banyak toko fisik setelah selama ini mengandalkan penjualan online. Mereka berencana membuka sampai seribu toko offline di China.
Toko fisik Xiaomi menurut Barra menekankan pengalaman konsumen untuk mencoba produk. "Toko retail tak banyak berinovasi. Bagian dari strategi adalah bagaimana kami bisa membuatnya lebih fokus ke experience yang juga akan membantu bisnis online," kata Barra.
Didirikan tahun 2010, Xiaomi mencatat pertumbuhan tiga kali lipat di tahun 2013 dan 2014. Namun pertmbuhan penjualan mereka belakangan melemah seiring turunnya bisnis smartphone global. Tahun lalu, kenaikan penjualan Xiaomi melambat menjadi 15% saja.
(fyk/fyk)