Proyek tersebut bernama Abacus, yang akan menggabungkan data-data pengguna dari berbagai sensor yang ada di ponsel. Data-data tersebut antara lain adalah pola mengetik, cara berjalan, lokasi dan wajah.
Data-data tersebut akan dicocokkan dengan informasi pengguna ponsel yang sudah dimiliki oleh Google. Kemudian kecerdasan buatan yang ada akan menghitung 'nilai kepercayaan' berdasarkan data tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika sebelumnya pengguna ponsel sudah memberikan izin kepada ponsel untuk mengakses akun penggunanya di aplikasi tertentu, maka si pengguna akan bisa menggunakan aplikasi tersebut tanpa perlu memasukkan password. Tentunya setelah dia bisa melewati skor kepercayaan yang sebelumnya sudah ditetapkan.
Project Abacus pertama dipamerkan dalam Google I/O 2015 lalu. Namun baru tahun ini ada perkembangan lebih lanjut soal proyek tersebut, yang menyebutkan sejumlah institusi finansial akan mulai bisa menggunakan Abacus pada Juni mendatang. (asj/ash)