Kamis, 07 Apr 2016 10:50 WIB

Laporan dari London

Juli, Huawei 'Leica' P9 Masuk Indonesia

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: detikcom/Ardhi Suryadhi Foto: detikcom/Ardhi Suryadhi
London - Huawei P9 bakal jadi lawan tanggung di persaingan ponsel flagship. Terlebih dengan campur tangan Leica pada kamera ponsel tersebut.

Ellen A. Gunawan, Direktur Marketing Huawei Device Indonesia menyatakan, P9 dipastikan masuk Indonesia. Hanya saja, tak dalam waktu dekat, melainkan user masih harus menunggu sampai akhir Juli 2016.

"Untuk P9 series sekitar dua bulan lagi baru masuk Indonesia, sekitar akhir Juli, kurang lebih akan seperti itu. Sementara harga belum ada info lebih lanjut karena masing-masing negara punya pertimbangan sendiri-sendiri," ujarnya saat diwawancarai di sela peluncuran Huawei P9 di London, Rabu (6/4/2016).

Ya, Indonesia terbilang telat didatangi P9. Sementara 29 negara lainnya sudah dijadwalkan untuk disambangi ponsel berlayar 5,2 inch itu pada 16 April 2016.

Aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) jadi faktor utama keterlambatan ini. Dimana pada tahun 2016, semua smartphone 4G yang masuk harus melewati batas minimum TKDN 20% dan berangsur naik menjadi 30% pada Januari 2017.

"Salah satu alasan kenapa masuk telat karena Huawei selama ini tidak bermain-main dengan aturan pemerintah. Saat ini kita lagi mau setting up semuanya untuk market Indonesia, karena baru di Indonesia seperti ini untuk pasar Asia Tenggara," jelas Ellen.

Belum ada detail terkait skema TKDN yang bakal dijalankan Huawei untuk P9 ini. Yang pasti, target market ponsel flagship tersebut adalah kalangan mid to high.

"Dimana mungkin sudah banyak orang yang punya smartphone dengan kamera baik. Tetapi smartphone yang kerjasama dengan Leica baru Huawei saja," Ellen menambahkan.

Sebelumnya, Huawei memiliki riset bahwa salah satu pertimbangan utama bagi user untuk mengganti smartphone adalah lantaran kamera. Di mana semakin handal kamera smartphone maka akan semakin dilirik customer.

"Diharapkan dengan kolaborasi Huawei-Leica ini maka bisa meningkatkan trusted brand Huawei juga. Dimana di tahun 2016 ini, Huawei Device di Indonesia punya target growth 10% dibandingkan tahun 2015," ungkap Ellen, tanpa mau menyebut angka penjualan ponsel Huawei di Indonesia pada tahun 2015.

Huawei P9 sendiri tampil dengan prosesor Kirin 955 octa core 64 bit berbasis ARM yang terdiri dari empat core A72 dan 4 core A53. RAM-nya 3 GB dengan storage 32 GB yang bisa diekspansi menggunakan microSD.

Namun ada juga versi lebih tinggi yang mempunyai RAM 4 GB dengan storage 64 GB. Untuk keamanan, P9 dan P9 Plus dilengkapi dengan sensor sidik jari pada bagian belakang ponsel.

Baterainya berkapasitas 3.000 mAh untuk P9 dan 3.400 mAh untuk P9 Plus, akan memberi daya untuk layar P9 yang berukuran 5,2 inch IPS dengan resolusi 1080p, yang artinya punya kepadatan pixel sebesar 423 ppi. Sementara P9 Plus punya layar 5,5 inch dengan resolusi sama namun menggunakan panel Super AMOLED.

Huawei seri P dikenal sebagai ponsel yang punya keunggulan di bidang kamera, serta desain. Tak aneh jika Huawei menggandeng Leica untuk meningkatkan kualitas kamera P9 dan P9 Plus.

Kerja sama Huawei dan Leica menghasilkan sistem dual kamera yang unik di P9, yaitu memisahkan antara kamera RGB dan monokrom. Kamera RGB-nya dikhususkan dalam merekam warna, sementara kamera monokrom disebut punya kemampuan apik dalam merekam detail gambar.

Kedua kamera itu bisa bekerja bersamaan untuk menghasilkan foto dengan detail yang superior, juga dengan kedalaman foto dan warna yang memuaskan. Kamera P9 juga diklaim punya performa hebat dalam kondisi low light, karena penerapan sistem dual kamera ini.

Pada peluncurannya, P9 versi RAM/storage 3 GB/32 GB dilepas dengan harga 599 euro atau sekitar Rp 9 juta (1 euro = Rp 15.000). Sementara untuk varian lebih tinggi, yaitu dengan RAM 4 GB dan storage 64 GB harganya 649 euro dan P9 Plus versi 4 GB/ 64 GB harganya 749 euro atau sekitar Rp 11,2 juta.

Belum diketahui, apakah harga tersebut akan berubah saat diboyong ke Indonesia nantinya. "Nanti, tunggu saja update dari kita," Ellen menandaskan. (ash/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed