Dikutip detikINET dari NBC, laporan terbaru dari lembaga pengawas persenjataan, Conflict Armament Research (CAR) menyatakan hal tersebut. Ada beberapa alasan mengapa ISIS menyukai ponsel sederhana ini.
Pertama, harganya yang murah, sekitar tiga ratus ribuan saja dan banyak tersedia di Timur Tengah. Dan ternyata Nokia 105 ini terutama tidak digunakan sebagai perangkat telekomunikasi melainkan disalahgunakan sebagai alat pemicu bom ciptaan ISIS yang dinamakan IED.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian ini, CAR melakukan dokumentasi sepuluh unit ponsel yang disita dari anggota ISIS di Irak. Ternyata merek yang secara konsisten digunakan oleh ISIS adalah Nokia 105.
Layaknya feature phone umumnya, Nokia 105 mengusung model candybar dengan barisan keypad angka. Begitu juga dengan tampilan menu di layar 1,45 inch yang diusungnya, pengguna hanya akan menemukan fungsi-fungsi sederhana seperti daftar kontak dan sms.
Pun demikian untuk membunuh kebosanan penggunanya, Microsoft juga membekali dengan beberapa game sederhana, antara lain Snake dan Bubble Bash 2. Oh ya, handset ini dirilis awal tahun 2013.
(fyk/ash)