Core vPro ini tak cuma punya performa yang lebih tinggi dibanding prosesor generasi sebelumnya, namun punya perbedaan signifikan dalam hal keamanan. Yaitu fitur keamanan dari segi hardware yang dibenamkan ke dalam chip prosesor itu sendiri.
Nama fitur tersebut adalah Intel Authenticate, yang disebut oleh Tom Garrison, VP dan GM business client product Intel akan meningkatkan keamanan otentifikasi secara dramatis. Dikatakannya dalam telekonferensi bersama sejumlah media, termasuk detikINET, fitur ini akan menggabungkan sampai dengan empat metode berbeda dalam melakukan otentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti menggunakan ponsel milik pengguna yang terhubung melalui Bluetooth ke PC, sidik jari, ataupun jaringan tempat PC tersebut terkoneksi. Penggunanya tak perlu lagi menggunakan password yang panjang dan rumit agar tetap aman. Jumlah metode yang digunakan ini tergantung kebijakan tim IT dari perusahaan masing-masing.
Data pengguna tersebut disebut oleh Garrison tak akan disimpan di luar hardware komputer, sehingga mengurangi kemungkinan adanya serangan cyber, ataupun PC yang dipakai oleh pengguna lain yang tak berhak. Maka dari itu, Intel Authenticate ini membutuhkan Intel Core vPro generasi keenam.
"Kami mengetahui ini adalah hal penting setelah melakukan penelitian, di mana keamanan adalah perhatian utama dari para CIO (chief information officer) dan CISO (chief information security officer)," ujar Garrison.
Intel juga menyebut bahwa sekitar 50% dari serangan terhadap jaringan perusahaan terjadi karena adanya pencurian kredensial, seperti password karyawan dan sejenisnya. Menurut Garrison, ini adalah lubang keamanan terbesar di lingkungan PC saat ini."Sekitar 750 juta PC di dunia rawan terhadap serangan macam ini," tambahnya. (asj/ash)